Minggu, 31 Januari 2021

Kiat Menulis dan Berbagi Ilmu

 

Kiat Menulis dan Berbagi Ilmu

 Belajar Menulis Gelombang 17

·                     Pertemuan Keduabelas : Jum'at, 30 Januari 2021

·                     Waktu : 19:00 s/d 21:00 WIB

·                     Pemateri : Yulius Roma Patandean, S.Pd

·                     Moderator : Aam Nurhasanah

·                     Topik : Menulis dan berbagi

·                     Peresume : Sri Marwaningsih

 

                                           

 

Bulan Januari  hujan sehari-hari tak mengenal waktu bila hujan tiba. Suasana dingin menusuk tulang tak patahkan semangatku selalu setia menyimak materi onlien ini.Tepat malam ini Jum’at, 29 Januari 2021 saya membaca fleyer dari kiriman WAG dari pak Brian. Berbunga-bunga hati ini tentang menulis dan berbagi di pelatihan menulis gelombang 17 asuhan Omjay dan narasumber hebat peraih ratusan prestasi menulis berawal dari pelatihan ini.

 Sungguh hebat luar bias PGRI menulis telah banyak menelurkan karya-karya dahsyat tak terkira dari para alumninya.Saya berharap semoga PGRI menulis semakin berkibar di seluruh plosok nusantara yang berprofesi pendidik.Dari sinilah kita digodok,ditempa,diukir dan dipahat agar menjadi hebat guru bermartabat secara moral spiritual menghasilkan karya nyata pasti ada. Para peserta guru hebat ilmu dari pemateri kuliah malam ini maupun malam lalu semoga mengalir deras di jiwa kita menulis buku bermanfaat bagi sesama. Sederas air hujan yang mengguyur bumi nusantara tempat tinggal peserta guru habat.

Malam ini menghadirkan moderator gesit,  lincah dan handal menangkap suasana aktifitas  sebagi moderator dan menyuapi putri sematang wayang cantik molek secantik ibundanya yaitu Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd berkolaborasi dengan narasumber yang dihadirkan dari Tana Toraja Propinsi Sulawesi Selatan. Era 4.0 teknologi canggih mendekatkan yang jauh semakin dekat. Beliau Yulius Roma Patandean, S.Pd. lahir di Tana Toraja, 6 Juli 1984. Menyelesaikan pendidikan S1 jurusan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007). Beliau alumni menulis gelombang 8 seangkatan dengan moderator enerjik pembius para peserta.


Pak Roma guru muda yang aktif mengajar di SMAN 5 Tana Toraja.  Dosen tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, Tutor Universitas Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia. Prestasi yang pernah diraihnya adalah Pemenang Ketiga Lomba Kreatifitas Guru Tingkat SMA pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017. Meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu pada ajang Gurulympics PGRI tahun 2020.

Karya tulis yang dihasilkanpun tak kalah melejit . Tembus dua kali di Penerbit Mayor, dan telah diterbitkan oleh Penerbit Indie. Buku-buku yang telah ditulis: Guru Menulis Guru Berkarya (Penerbit Eduvation, 2020); Digital Transformation: Generasi Muda Indonesia Menghadapi Transformasi Dunia (Penerbit ANDI, 2020); Flipped Classroom (Penerbit ANDI, 2020).  Berikut buku hasil karya beliau:

 
                                  
                                 

Antologi Puisi Rona Korona Dalam Duka dan Ria (Penerbit Oase Pustaka, 2020); Antologi Menciptakan Pola Pembelajaran Efektif dari Rumah (Penerbit Tata Akbar, 2020); Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru (Penerbit Pustaka Ilalang, 2020); Tetesan Di Ujung Pena (Penerbit Eduvation, 2021). Luar biasa.  Lebih jelas bisa dilihat profile beliau di link berikut, https://romadean.blogspot.com/2021/01/profil.html

Malam ini beliau mengangkat topik Menulis dan Berbagi dari pengalamannya. Pemaparan beliau dalam coretan kisah berbagi kepada penulis pemula. Karunia menulis dan pengalaman ada pada setiap manusia, beliau mengawali percakapan sebagai refleksi diri. Dua hal tersebut menjadi penopang tulisan terstruktur agar menjelma jadi sebuah buku. Jadikanlah kreatifitas menulis resume sebagai menu wajib sekaligus alarm bagi kita untuk konsisten menulis. Menulislah tanpa beban, seperti air yang mengalir dari ketinggian, di mana ia akan berhenti di tempat yang datar untuk menjadi satu kumpulan yang besar. Demikianlah kata demi kata yang kita tuliskan, sedikit demi sedikit, pada akhirnya akan terkumpul menjadi naskah yang bisa dibukukan.

Materi dari Pak Roma menggugah jiwa untuk menulis walaupun saya penulis pemula tak tahu apa yang harus ditulis. Terutama rekan-rekan yang berstatus PNS dengan menulis bisa menaikan grit kepangkatan lebih tinggi jika berkarya menulis buku tembus penerbit mayor maupun Indie yang berISBN. Menulis dengan tujuan membagi ilmu bermanfaat kepada sesama juga membesarkan martabat kita lewat kenaikan pangkat memerlukan nilai dari tulisan kita yang dimuat di media sosial lainnya. 

Format halaman menurut aturan UNESCO, minimal isi buku 20 resume dalam Pelatihan Belajar Menulis di kelas PGRI ini menjadi kewajiban harus kita kerjakan. Jika tiap resume menghasilkan masing-masing 5 halaman ukuran kertas A5, maka 20 resume sudah menghasilakan 100 halaman naskah bisa dijadi buku.

Hasil karya ber-ISBN itulah mahkota menulis akan diabadikan oleh negara di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Trik beliau adalah tetap menulis dan membuktikan dengan karya ... Ketika sudah ada karya yang terlihat, sedikit demi sedikit orang akan tertarik. Jadi, senantiasa Coba, Lakukan, Budayakan dan Konsisten (CLBK) yakin pasti kita bisa.

Beliau juga berbagi hasil karya bisa menambah income, kenaikkan pangkat sekaligus populer guru menulis.

1. Menulis buku ber-ISBN 

Menurut UNESCO minimal 40 halaman kertas A5. Amannya bisa 60 halaman. Untuk Kenaikkan jenjang buku bersama maksimal ditulis 4 orang dengan prosentase penulis utama 40%, selebihnya mendapat 20%. Buku ber-ISBN mendapat nilai 3, buku dicetak penerbit tapi tidak ber-ISBN nilainya 1,5. 

 

2. Menulis Cerpen

Berpedoman ke Buku 4 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru tahun 2019, buku kumpulan cerpen minimal 10 cerpen. Masuk kategori kompleks dengan angka kredit 4. Buku cerpen ber-ISBN kategori sederhana sebanyak minimal 5 cerpen dengan angka kredit 2. 

 

3. Berbagi Artikel Refleksi Pembelajaran 

 
                           

Untuk bergabung di laman guru berbagi, https://guruberbagi.kemdikbud.go.id maka mendaftar terlebih dahulu menggunakan akun SIM PKB.Setelah memiliki akun, maka kita bisa log in. Ada dua pilihan bagi guru untuk berbagi, yakni berbagi RPP dan berbagi Artikel. Sebenarnya informasi ini ada saat kita mengakses SIM  PKB.

 

Untuk lebih jelas bisa perhatikan penjelasan berikut:

a. Ketentuan Teknis

Telah mengunggah RPP yang menjadi dasar refleksi. Jumlah kata dalam artikel minimal 300 kata dan maksimal 1000 kata. Artikel berupa refleksi pembelajaran atau praktik baik pengelolaan pembelajaran secara daring ataupun luring. Setelah klik SIMPAN, maka Artikel Anda akan berstatus DRAF. Klik Ajukan, untuk mengajukan ke Kurator Mapel terkait. Artikel Anda akan muncul di situs portal apabila telah disetujui oleh admin, dengan sebelumnya melalui mekanisme kurasi oleh pihak yang berkompeten. 

 

b. Artikel Refleksi

 
                                      

Judul artikel menarik dan menggambarkan isi artikel. Menceritakan pengalaman pembelajaran berkaitan dengan RPP yang diunggah. Refleksi pembelajaran yang dilakukan, misalnya keunggulan atau catatan penting dalam melaksanakan pembelajaran tersebut. Dilengkapi dengan respon/tanggapan siswa atau pihak yang terlibat dalam pembelajaran yang dilakukan. 

 

c. Ketentuan Lain-Lain

Tidak memuat unsur SARA dan intoleransi. Tidak mengandung unsur pornografi. Bukan merupakan hasil plagiasi dari karya orang lain. Jika anda memasukan foto wajah murid ke dalam Artikel anda, pastikan anda sudah meminta izin pada anak dan orang tuanya. Konten Artikel yang dikirimkan adalah sepenuhnya tanggung jawab pengguna. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berhak membatalkan penayangan artikel yang tidak sesuai ketentuan. 

 

SOPnya bisa diunduh ketika sudah log in di guru berbagi kemendikbud.  

Ada 2 contoh tulisan beliau di laman guru berbagi kemendikbud, bisa diunduh pada alamat berikut ini.

https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/pjj-dengan-perpaduan-kelas-virtual-4-plus-1/

https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/belajar-efektif-dari-rumah-di-masa-darurat-covid-19/

 

4. Tambahan income


Sebagai bayangan tambahan pemasukan dari menulis berbagi di laman kemdikbud selain tulisan dapat dibaca rekan guru setanah air, bonus paket data yang lumayan untuk mendukung PJJ. Buku-buku yang sudah diterbitkan dipenerbit indie bisa dijual langsung. Untuk buku yang diterbitkan dipenerbit mayor akan mendapatkan 10% setiap 6 bulan dari keuntungan penjualan.


Demikian materi malam ini kita jadi motivasi diri menulislah seperti air mengalir, setiap ada kendala selalu ada jalan keluarnya, seperti air yang senantiasa mencari celah baginya untuk mengalir. Tantangan terbesar menulis adalah diri kita. Jadi mari kalahkan diri kita agar kita konsisten menulis di tengah keterbatasan yang melingkupi kita. Pantang menyerah karena selalu ada jalan keluar dan taklukkan dulu musuh yang ada dalam diri kita. Ingat CLBK, selau berlatih dan berlatih menulis hingga menemukan mahkota jiwa terbingkai indah tersusun rapi di rak almari buku.

Allah SWT telah menyediakan waktu 24 jam sehari semalam untuk beraktifitas memenuhi kebutuhan hidup sebagai bekal menuju pada-Nya. Pandailah mengatur waktu agar tidak menjadi manusia yang merugi. Sebagaimana firman Allah di bawah ini :

“Demi Waktu. Sungguh manusia itu akan merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih, saling menasihati dengan kebenaran dan kesabaran”.( Al-Qur’an Surat Al-Ashr 1-3).

 


Kamis, 28 Januari 2021

Penerbit Indie Siap Menerbitkan Buku

 


Penerbit Indie Siap Menerbitkan Buku

 

Belajar Menulis Gelombang 17

·                     Pertemuan Kesebelas  : Selasa, 27 Januari 2021

·                     Waktu                         : 19:00 s/d 21:00 WIB

·                     Pemateri                      : R. Brian Prasetiawan,S.Pd

·                     Moderator                   : Bambang Purwanto, S.Pd, Gr.

·                     Topik                           Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

·                     Peresume                     : Sri Marwaningsih

 


Pelatihan Belajar Menulis di WAG PGRI pada hari selasa, 27 Januari 2021. Pelaksanaannya setiap jam 19.00 sampai dengan jam 21.00. Dengan rasa suka cita saya selalu mengikuti pelatihan ini di temani oleh suami tercinta yang selalu mendukung untuk mencari ilmu menambah wawasan pengetahuan.  Sebagai guru tentunya ingin mengupdate diri agar menjadi berkualitas  yang mampu menghasilkan karya baru dalam hal tulis-menulis di media sosial. Pada era sekarang 4.0  memudahkan segala jenis kegiatan semakin melaju cepat dalam dunia pendidikan, informasi, komunikasi dan transformasi.

Tumbuh subur tak kuasa menampung jika tak memiliki bekal ilmu. Di Pelatihan ini saya masih konsisten setia belajar bersama narasumber hebat dengan harapan mampu menghasilkan karya buku bermanfaat khususnya bagi sesama guru dan pada umumnya semua orang dari berbagai kalangan profesi apapun.

Pelatihan Menulis malam  ini kembali dipandu  oleh bapak Bambang Purwanto beliau seorang pegiat literasi yang begitu beken. Berkat kalimat bahagia yang selalu saya baca hingga membangkitkan semanagt untuk melaju memiliki kepercayaan diri merajut karya buku selangkah demi selangkah step bay step semoga terwujud nyata adanya.

Materi malam ini berjudul “Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indi”. Disampaikan oleh guru muda jago ngeblog  dan berprestasi. Dialah bapak R. Brian Prasetyawan, S.Pd. Beliau kelahiran Jakarta, 30 Juni 1992. Guru muda satu ini sangat pandai mengelola blog. Tulisanya bertebaran di blog pribadinya. Pak Brian berkepribadian santun cepat tanggap jika ada kesulitan peserta di WAG. Suka membagikan tutorial pembelajaran guru ngeblog. Beliau tidak pelit dan tidak sombong walaupun telah memiliki berbagai prestasi selalu siap membantu tanpa pamrihPelatihan ini dari hari ke hari dari minggu ke minggu selalu menuangkan aura positif karya-karya nyata dari narasumber hebat. Profil pribadi beliau dapat dilihat di link http//www.praszetyawan.com/p/profil.html

Pak Brian membagi link artikel yang bisa kita baca bersama yaitu http//www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html

Pak Brian berharap peserta di grup pelatihan menulis di gelombang 17 ini bisa menerbitkan buku. berdasarkan pengalaman gelombang sebelumnya, banyak yang sudah mencapai 20 resume tapi masih kurang Percaya Diri  atau masih bingung untuk lanjut menerbitkan buku padahal sudah ada modal bahan naskah yaitu 20 resume. Sangat disayangkan kalau tidak dituntaskan menjadi buku.

Tema pertemuan malam ini adalah "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie”.Penerbit indie mudah menerbitkan buku, Tidak seperti apa yang kita bayangkan bawah menulis buku bisa diterbitkan itu sesuatu yang khayalan tinggi susah dan lama tercapai. Beda dengan penerbit mayor seperti Tiga serangakai, Andi ofset, Mizan dan lain-lainnya. Kita pun tahu kalau kirim naskah ke penerbit mayor ada kemungkinan ditolak. Naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.

Di penerbit Indie jika kita mengirim naskah pasti diterbitkan, proses penerbitan mudah dan cepat. kita perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. Bagi penulis pemula seperti saya tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri.

Pak Brian sudah punya keinginan menulis buku pada tahun 2014. Menulis buku tutorial blog tetapi tidak punya mentor yang membimbingnya tidak tahu harus masuk di komunitas apa.  tidak punya referensi tentang dunia penerbitan. Tahunya hanya menerbitkan buku secara mandiri di nulisbuku.com. Disitu memang gratis tapi tidak termasuk fasilitas desain cover dan ISBN. Jika mau dua hal itu harus bayar. Biayanya mungkin hampir sejuta. Ketika itu beliau masih kuliah. Tidak mungkin untuk mengeluarkan biaya sebesar itu. Semangatnya naik-turun dan akhirnya vakum. File naskah tersimpan saja di dalam laptop.

Pada Awal 2019 mulai bangkit lagi karena tidak sengaja menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Di situ mulai  menerbitkan buku  lebih mudah dan banyak pilihan penerbit indie. Di penerbit ini pak Brian semangat menyelesaikan naskah tutorial blog rombak untuk dibuat menjadi buku panduan blog khusus guru. Karena buku tutorial blog secara umum sudah banyak. Tapi buku blog yang khusus untuk guru belum banyak.

Hingga akhirnya pada Oktober 2020 mengirim naskah buku pertama  ke salah satu penerbit Indie. Perlu waktu 3 bulan untuk menunggu sampai buku terbit. Akhirnya pada akhir Januari 2020, buku pertamanya terbit https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html

Nah, Sekarang bagaimana dengan giliran kita para peserta di grup gelombang 17 ? Bapak/ibu beruntung bisa bergabung di grup ini.  Terdapat 30 lebih narasumber yang bisa diserap pengalaman dan wawasannya. Bapak/ibu  bebas memilih mau menerbitkan buku dimana. Tidak ada ketentuan harus terbitkan satu penerbit tertentu. Silakan memilih sendiri penerbitnya. Di pelatihan ini juga ada 4 penerbit indie yaitu :

1. Kamila Press milik Cak Inin

2. Penerbit rekanan saya (Pak Brian)

3. YPTD

4. Penerbit rekanan Bu Kanjeng

Pak Brian bisa membantu menerbitkan buku di rekanan penerbit indie yaitu Penerbit Gemala. Sebaiknnya yang kita lakukan adalah memahami betul ketentuan tiap penerbit dan memilih yang cocok dengan kita. Karena keempat penerbit itu memiliki penawaran dan ketentuan yang berbeda-beda.

Malam akan dibahas ketentuan menerbitkan buku di penerbit rekanan pak Brian.Perhatikan poster di bawah ini.


Dengan 300.000 bisa menerbitkan buku ber-ISBN. Sudah ada 23 buku peserta belajar menulis yang terbit. Sekarang ini ada 17 naskah yang sedang diproses. Ada ketentuan khusus yang harus diperhatikan. Jika dilihat di poster, tidak tercantum fasilitas editing. Penerbit tidak melakukan editing terhadap naskah yang dikirim. Kemudian jika ingin cetak ulang lagi, harus di penerbit rekanan Gemala. Jumlah minimal cetak yaitu 10 eksemplar.

Biaya 300,000 itu untuk maksimal 130 halaman A5. Jika lebih dari itu akan kena biaya tambahan. Penerbit in tidak  memberi target kapan buku harus selesai terbit. Karena naskah harus mengantri untuk diproses. Proses penerbitan paling cepat 1 bulan. Maka nanti sebelum terbit, kita akan diberi naskah buku PDF (dengan watermark) untuk dicek kembali.

Naskah buku  juga disertai kelengkapan yaitu:

1.      cover ( judul buku dan nama penulis saja)

2.      Prakata

3.      daftar isi (tanpa nomor halaman)

4.      profil penulis

5.      sinopsis (3 paragraf. Masing-masing paragraf 3 kalimat)

6.      Prakata wajib ada dan ditulis oleh penulis sendiri

7.      Kata Pengantar ditulis oleh orang lain dan tidak wajib ada. Biasanya peserta belajar menulis minta kata pengantar dari Om Jay.

Karena tidak ada fasilitas editing. Maka berikut ini tips dalam mengedit naskah:

-           Penulisan kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm)

-           Jangan sampai ada tulisan yang salah ketik (Typo)

-           Satu Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat

-           Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang   

              cenderung akan membingungkan.

-           Setiap bab baru selalu dimulai di halaman baru. Jangan digabung dengan bab  

             Sebelumnya.

  

               Tidak ada ketentuan terkait minimal jumlah halaman. Biasanya buku kumpulan 20 resume pasti bisa lebih dari 90 halaman A5.

Demikian materi yang bisa kita ambil pelajaran adalah penerbit indie solusi tepat menjadikan kumpulan resume jadi  buku karya nyata kelas belajar menulis PGRI gelombang 17. Memang benar paparan Bapak Brian bahwa penerbit Indielah penolong menerbitkan buku penulis pemula. Semoga menjadi nyata penerbit indie rekanan Bapak Brian (Gemala). Marilah semangat menerbitkan buku sahabat guru hebatku di kelas asuhan Omjay.

 


Tips Guru Berbagai Menulis dan Meneliti

Tips Guru Berbagai  Menulis dan Meneliti Belajar Menulis Gelombang 17 ·                      Pertemuan Ke -24 : Jum’at , 26 Februari 202...