Selasa, 26 Januari 2021

Tips Meresume Jadi Karya Buku

 

Tips Meresume  Jadi Karya Buku     

 

Belajar Menulis Gelombang 17

·                     Pertemuan Kesepuluh : Senin, 25 Januari 2021

·                     Waktu                         : 19:00 s/d 21:00 WIB

·                     Pemateri                      : Aam Nurhasanah, S.Pd

·                     Moderator                   : Bambang Purwanto, S.Pd, Gr.

·                     Topik                           Teknik Membuat Resume Jadi Buku

·                     Peresume                     : Sri Marwaningsih

  

                     

        Tak terasa  pelatihan belajar Menulis di PGRI telah memasuki pertemuan kesepuluh. Materi belajar menulis malam ini pada Senin, 25 Januari 2021 dipandu oleh moderator Bapak Bambang Purwanto lebih akrab disapa Mr.Bams dan narasumber Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd dengan tema “Teknik Menulis Resume Jadi Buku”.

     Resume  atau ringkasan adalah suatu kegiatan menyusun berbagai inti dari suatu karangan yang panjang menjadi bentuk tulisan yang lebih pendek, dengan syarat tidak merubah gagasan utama teks tersebut. Atau secara logisnya meringkas dengan menyajikan bentuk karangan sebagai bahan bacaan yang panjang menjadi lebih pendek.

     Tema malam ini sangat menarik dan selalu ditunggu-tunggu oleh semua Peserta Pelatihan Menulis Bersama OmJay. Bapak Bambang Purwanto sebelum kegiatan dimulai terlebih dahulu membagikan link tentang Profile dari Bu Aam  silahkan baca  di sini ya.

     Saya langsung berselancar untuk melihat dan bersilaturahmi ke blog pribadi milik Bu Aam sang narasumber yang cerdik pandai, enerjik ceria serta penuh semangat menyapa para peserta yang selalu memancing  inspirasi. Hasil karya resume Ibu Aam di pelatihan belajar menulis gelombang 12  telah menjadi buku yang indah dan menginspirasi para peserta.Yakni dengan Judul ”Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat”.

     Berbagai pertanyaan muncul dalam benak saya, bagaimana caranya membuat buku dari kumpulan resum-resum yang telah dibuat. Rasa penasaran yang begitu menggoda  membuat saya dengan setia mengikuti materi yang dipaparkan Bu Aam. Beliau juga membagikan panduannya dalam bentuk PPT, Jika ingin donwload silahkan klick di sini.

Dalam pembahasan yang dipaparkan oleh Bu Aam untuk membuat resum menjadi buku ada 7 teknik yang harus dipahami diantaranya:

1. Mengumpulkan resume dalam file word

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat resume, yakni:

·         Menceritakan Pengalaman pribadi di setiap pertemuan yang diadakan.

·         Membuat bab khusus dari awal menulis hingga pandangan kita terhadap menulis.

·         Menulis poin-poin penting.

·         Menulis ringkasan yang memuat biodata narasumber, isi terpenting dan kesimpulan atau pandangan kita dalam setiap pertemuan.

Mengumpulkan setiap resume yang sudah kita lakukan ke dalam program Microsoft Office Word. Melalui Microsoft Office Word ini nantinya akan kita setting ke dalam pengaturan dari jenis tulisan, ukuran, font, sebelum kita serahkan ke penerbit.

2. Menentukan tema

Tema merupakan topik atau garis besar dari sesuatu yang akan kita tulis. sebagai contoh tema tentang tips belajar menulis pemula, tips membuat blog, tips penerbitan buku dan lain-lainyaHal ini bisa kita jadikan bab yang terpisah.

3. Membuat TOC (TABLE OF CONTENT)/ Daftar isi

Daftar isi memuat sistematika sebagai berikut:

·                     KATA SAMBUTAN

·                     KATA PENGANTAR

·                     PRAKATA

·                     DAFTAR ISI

·                     BAB 1 (KELAS BELAJAR MENULIS)

·                     BAB II (NARASUMBER-NARASUMBER HEBAT)

·                     BAB III (MENERBITKAN BUKU BERSAMA PENERBIT MAYOR)

·                     PROFIL PENULIS

4. Mulai mengembangkan TOC

BAB I KELAS BELAJAR MENULIS

·                     1.1 MOTIVASI MENULIS

·                     1.2 MENGAPA HARUS MENULIS?

·                     1.3 SULITKAH MENULIS?

·                     1.4 MENGATASI KESULITAN MENULIS

BAB II NARASUMBER-NARASUMBER HEBAT

·                     2.1 WIJAYA KUSUMAH, M.Pd.

·                     2.2 HATI NURAHAYU, S.Pd.

·                     2.3  Dra. SRI SUGIASTUTI, M.Pd.

Bab III MENERBITKAN BUKU BERSAMA PENERBIT MAYOR

·                     3.1 DUNIA PENERBITAN

·                     3.2 PROSES MENERBITKAN BUKU

·                     3.3 WRITING PRENEURSHIP

·                     3.4 EKOSISTEM INDUSTRI BUKU

·                     3.5 PROSES PENGIRIMAN NASKAH BUKU KE PENERBIT

·                     3.6 GAYA SELINGKUNG

·                     3.7 STRATEGI PEMASARAN BUKU

5. Review, revisi, dan edit naskah

Ini merupakan tahapan yang lebih dikenal dengan Swaediting atau sunting ejaan. Membaca ulang apa yang sudah ditulis, melakukan perbaikan baik dari sisi bahasa maupun lay outnya, sehingga dirasa lebih enak dibaca dan sesuai PEUBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Hal ini untuk meminimalisir typo atau salah ketik. Sebagai pembanding pula, kita bisa meminta pendapat teman atau orang lain untuk menilai apa yang telah kita tulis dalam format word tadi.

6. Lengkapi Sinopsis buku

Sinopsis bertujuan untuk menarik perhatian pembaca.Sinopsis merupakan garis besar dari sebuah isi yang juga menggambarkan promosi dari buku yang akan kita terbitkan.Buatlah sinopsis yang mampu menarik perhatian awal pembaca akan tetapi harus sesuai dengan isi. Kita disarankan meminta kata pengantar dari Omjay sebagai pendiri kelas ini. Buatlah kata sambutan dari orang yang terpandang dalam segi kelimuannya lebih mumpuni dalam bidang tulis menulis.Cantumkan pula profil penulis di halaman paling belakang buku.

7. Kirim ke Penerbit

Jika semua naskah dirasa sudah benar dan sempurna, maka tinggal mengirimkan kepada penerbit. Penerbit Mayor biasanya akan memerlukan waktu berbulan-bulan karena harus melewati seleksi ketat dari Penerbitnya, sedangkan untuk Penerbit Indie cenderung lebih cepat yakni kurang lebih 2-3 minggu.Jadi tergantuung kesukaan kita ingin diterbitkan di mana silahkan pilih penerbit Mayor apa penerbit indie.

     Demikian kesimpulan  dari materi malam ini adalah membuat resume jadi buku berupa kumpulan point-point penting dari narasumber kita kemas menjadi true story yang sangat menarik dari pengalaman pribadi. Membuat sinopsis yang bagus sesuai isi buku yang kita buat, agar para pembaca lebih menarik dan suka dengan buku kita.

     “ Menulislah setiap hari buktikan apa yang terjadi” (Omjay). Kalimat ini selalu memotivasi untuk semangat menulis apapun yang terjadi untuk esok hari yang lebih baik dari hari ini.Luangkan waktu sejenak menggoreskan pena di lembaran-lembaran kertas nan putih bersih, sebersih hati pikiran menata masa depan selalu optimis.

 


Minggu, 24 Januari 2021

Bongkar Mental Rahasia Penulis

 

Bongkar Mental Rahasia Penulis

Oleh  Sri Marwaningsih 22 Januari 2021

 


                                         

 

        Dalam hidup dan kehidupan ini penuh perjuangan dalam menggapai impian. Perjuangan itu banyak hal yang menghalangi yaitu berupa tantangan hambatan dan rintangan mengadang dalam menjalani perjuangan hidup. Maka diperlukan daya kekuatan ekstrak untuk menghadapinya.

 

       Alhamdulillah sampai saat ini masih selalu dapat mengikuti Pelatihan Belajar Menulis di hari Jum’at, tanggal 22 Januari 2021 pada pertemuan ke sembilan di kelas PGRI. Malam ini moderator Bapak Sucipto Ardi yang akrab disapa Pak Cip memandu jalannya kuliah dan diskusi kelas belajar menulis bersama Omjay dan para narasumber hebat lainnya.

 

       Moderator memperkenalakan narasumber Ibu Ditta Widya Utami dengan tema mental seorang  penulis. Tema sangat menggelitik tersentak jauh memandangnya. Menggiring saya ke lembah yang tandus gersang sejauh mata memandang. Tantangan yang harus bisa lembah tandus gersang tersebut jadi pemandangan menghijauh bertabur semerbak wewangian bunga indah nan sedap di pandang mata.Tantangan yang dimiliki dari dalam maupun dari luar. Dikerahkan sekuat tenaga untuk bangkit dari mimpi-mimpi indah jadi kenyataan.

 

              Sang moderator mempersilahkan peserta berkunjung ke link Ibu Ditta   di bawah ini https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html?m=1. Ternyata ibu berputra satu ini  juga alumni Pelatihan Belajar Menulis bersama Omjay dan PGRI gelombang ke 7 . Memiliki segudang prestasi yang luar biasa banyaknya. Tema tersebut  wajib kita simak dengan seksama.Tema  ini merupakan modal utama yang harus kita miliki  sebagai para pejuang karya. Tema materi ini adalah “ Mental seorang penulis” dengan narasumber  Ditta Widya Utami .

        Ibu Dita juga memperkenankan berselancar ke link https//:youtu.be/UkRDLmA4dUY

Berkunjung juga ke Akun Kompasiana https: https://www.kompasiana.com/ditta13718

 Dari profil blog beliau sangat aktif menulis, berikut beberapa link yang digelutinya dalam berliterasi, diantaranya:

https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html

https://dittawidyautami.blogspot.com

https://www.storial.co/book/djogja-backpacker

https://www.wattpad.com/480692862-precious-1-terdampar-di-upi

https://www.wattpad.com/794784777-mengapa-tak-kau-tanyakan-saja-tamat-mengapa-tak

          Menurut Ibu Ditta, untuk menjadi penulis handal, selain mengetahui teknik menulis. Penting bagi seorang penulis untuk memiliki jiwa dan mental yang kuat dan sehat. Mengapa demikian?Karena untuk dapat bertahan terhadap segala ujian dan tantangan dalam menulis, baik dari dalam maupun dari luar.  Sangat kita butuhkan sekali mental yang kuat, mental tahan banting. Sehingga, perlahan tapi pasti semua yang sudah kita impikan tentu akan menjadi kenyataan.

          Jika kita tengok kisah beberapa penulis tersohor baik di dalam maupun di luar negeri, ternyata banyak yang harus jatuh bangun ketika memulai karirnya sebagai seorang penulis. Namun, karena mereka (salah satu faktornya) memiliki mental yang kuat, mereka bisa bangkit kembali dan akhirnya meraih kesuksesan. Jadi, mental yang dimaksud di sini lebih kepada sebuah cara berpikir untuk dapat belajar dan merespons suatu hal. Sebagaimana yang dilakukan para penulis hebat dalam menghadapi setiap tantangan.  Berikut ini dapat digambar kan secara garis besar mental seorang penulis

 


Ada 5 hal menarik dari paparan materi Ibu Ditta tentang mental seorang penulis  adalah sebagai berikut :

1.     1. Siap konsisten

Saat kita sudah berniat meningkatkan skill menulis, maka kita harus tahu bahwa menulis adalah sebuah kata kerja. Artinya tak cukup sebatas teori tapi perlu aksi nyata untuk bergerak dan bertindak. Semua orang tentu dapat menulis, akan tetapi untuk dapat menjadi penulis hebat belum tentu dapat dilakukan, Selama kita tidak memiliki mental yang kuat. Salah satu tips untuk dapat memiliki mental yang konsisten adalah kenali diri kita, saat tantangan itu berat. Lantas tak akan meluluhkan perjuangan kita dalam mecapai apa yang kita cita-citakan.

2.    2.  Siap dikritik

Ketika kita memposting tulisan kita ke dalam facebook, blog, instagram atau media social lainnya. Satu hal yang perlu ingat adalah karya kita akan dinikmati oleh banyak orang dan menjadi milik public. Jadi saat datang kritikan terhadap karya kita, maka kita harus siap. Lewat kritik, tentu akan memberikan jalan bagi kita untuk lebih mengenal apa yang menjadi kekuarangan kita dan merubahnya menjadi karya yang lebih baik.

3.    3.  Siap belajar

Jika kita sudah konsisetan dalam menulis, siap menerima segala kritikan untuk sebuah karya yang lebih baik. Artinya kita sudah memiliki mental untuk belajar tumbuh.

Ada dua cara yang dapat ditembuh untuk dapat belajar tumbuh yaitu

v    Melalui riset dengan berkunjung ke perpusatakaan, ke took buku, atau berselancar di sosial media melihat topik hangat dan menarik dari apa yang sedang diperbincangkan.

v    Tambahkan bahan bacaan, saat literasi digaungkan maka kita harus siapkan mental untuk menjadi literat. Salah satunya tingkat daya baca. Daya baca berbeda dengan minat baca. Berikut tulisan ibu Ditta bisa kita simak  tentang  daya baca :

      https://dittawidyautami.blogspot.com/2021/01/minat-baca-vs-daya-baca.html

4.  4.   Siap ditolak

Mental yang sepertinya harus kita tanamkan saat menciptakan karya adalah siap untuk ditolak. Meski sakit tapi harus kuat. Usaha dan  perjuangan yang kita lakukan, percayalah tidak akan mengkhianati kita anatara usaha perjuangan akan mendatangkan hasil. Butuh kesabaran untuk dapat tumbuh subur dan berkembang.

Saat naskah kita ditolak, coba lagi dan lagi. Atau cari alternatif lain. Misal dengan menerbitkan sendiri atau dipublish di berbagai media sosial. JK Rowling pernah ditolak belasan penerbit. Dewi "Dee" Lestari sang penulis Supernova pun pernah merasakan ditolak penerbit. Bahkan sekelas novelis horor Stephen King pun pernah ditolak.

Bayangkan, jika mereka berhenti berjuang saat ditolak penerbit satu dua kali, mungkin saat ini kita tidak akan mengenal karya karya hebat mereka.Tantangan ini tidak hanya kita sendiri yang mengalami. Semua penulis hebat tentu telah merasakan hal ini. Tidak cukup sekali, mungkin berulang kali.

       Barangkali kita juga pernah ditolak dalam dunia kerja ketika bersaing memenuhi kualifikasi formasi CPNS berulang kali mencoba dan mencoba al hasil mengembirakan. Hal ini pertanda bahwa usaha tidak membohongi hasil sebanding lurus antara usaha dan hasil. Man Jadda Wa Jadda memang nyata sungguh usaha tak kenal lelah dengan injin Allah Insyaa Allah terwujud.

        Pengalaman pribadi saya ketika mencoba menulis artikel ilmiah berkali-kali tak kenal lelah berusaha mengirim artikel keberbagai percetakan untuk diterbitkan mengalami penolakkan. Modal kesabaran berusaha mengerahkan seluruh jiwa raga dan berdoa munajat kepada sang Kuasa penggegam kehidupan seluruh alam semesta. Alhamdulillah terbit juga artikel saya dengan modal nekad konsisten kuat dan selalu berusaha. Ini saya sertakan majalah artikelnya terbit tahun 2019 bulan September kemarin. Jurnal Restorasi Guru Profesional edisi 03. Yayasan Pengembangan Mutu Pendidikan Jawa Timur. Saya urutan nama terakhir dengan Judul “Strategi Pembelajaran Fikih Berbasis Digital pada Era 4.0 di MTs Negeri 5 Sragen.

                                                          

                                               


       

5.     5.  Siap untuk menjadi unik

        Unik adalah berbeda dari yang lainnya. Tak perlu harus merubah diri menjadi sosok orang lain, agar kita bisa sukses. Tapi berani tampil dengan kemampuan yang kita miliki, berusaha untuk berkembang bukan untuk menjadi orang lain, tapi jadilah diri sendiri. Setiap orang punya khas positif, yang belum tentu dimiliki orang lain.

Mental yang kuat adalah modal penting dari seorang pejuang menulis, untuk dapat mewujudkan segala impian menjadi kenyataan. Tak perlu resah saat apa yang kita tulis, belum dapat diterima seutuhnya oleh pembaca, atau mungkin bahkan ditolak. Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Kita hanya butuh sabar dan terus belajar agar bisa tumbuh dan berkembang. Mengutip kata bijak dari seorang bapak Albert Einstein “Beri Nilai Pada Usahanya, Tapi Bukan pada Hasilnya”.

Meskipun waktu belum mengizinkan untuk menjadi penulis yang sukses, tetap berbanggalah karena dari menulis kita menjadi manusia yang berguna untuk diri sendiri, orang lain, masyarakat, bangsa dan negara ini

Demikian materi kuliah malam ini sangat bermanfaat bagi saya penulis pemula tak tahu apa yang harus ditulis. Berbagilah dengan sesama yakinlah sang pencipta pasti akan membagi lebih apa yang telah kita bagi. Berbahagialah orang yang suka membagi, hasilnya akan dipetik di hari akhir nanti tiada penolong selain apa yang kita bagi sekarang. Mari kita berbagi tulisan agar saling menginspirasi hingga menghasilkan tulisan yang bermanfaat bermakna untuk hari tua.

"Teruslah menulis setiap hari dan buktikan apa yang terjadi." (Omjay) sang mentor handal kita selalu teringat menghunjam dalam relung hati terdalam untuk segera bangkit berusaha mewujudkan penulis nyata adanya. Alhamdulillah bisa belajar dari mentor hebat grup WA kelas Belajar Menulis PGRI gelombang 17 semoga menuai berkah dan manfaat dalam mencerahkan para guru hebat bermartabat mendidik anak bangsa. Maju berjaya wadah penampung inspirasi para guru dalam naungan PGRI tercinta.


Salam Literasi 

Tips Guru Berbagai Menulis dan Meneliti

Tips Guru Berbagai  Menulis dan Meneliti Belajar Menulis Gelombang 17 ·                      Pertemuan Ke -24 : Jum’at , 26 Februari 202...