Tips Menulis dan Menerbitkan Buku ke Penerbit
Diklat Belajar
Menulis di Blog
Belajar Menulis Gelombang 17
v Pertemuan
ke 8 : Rabu, 20 Januari 2021
v Waktu : 19:00 s/d 21:00 WIB
v Pemateri : Mukminin, S.Pd., M.Pd
v Moderator : Sucipto
Ardi, S.Pd
v Topik : Tips Menulis dan
Menerbitkan Buku ke Penerbit
v Peresume : Sri
Marwaningsih
Rasa keputus asan,
gundah gulana, galau kabut istilah anak milenial zaman digital, takut tak
terbayangkan dan tak ada kepastian sebagai penulis pemula, telah membuat
tulisan berlembar-lembar berserakan di fiel- fiel sana sini, ternyata malam ini
menjadi terobati dengan obat ampuh cospleng resep belajar menulis pada
pertemuan ke 8 PGRI gelombang 17 bersama Omjay sang mentor handal
bertalenta luar biasa dengan
menghadirkan moderator karismatik berwibawa bapak Sucipto Ardi yang biasa
disapa pak Cip panggilan lebih akrab supel dikesehariannya.
Malam ini mendatangkan
narasumber tak kalah seper hebat
menghasilkan banyak karya buku dalam waktu relatif singkat, beliau alumni juga
kelas menulis yang diprakarsai oleh
Omjay di PGRI. Dipertemuan kedelapan Belajar Menulis Bersama PGRI, kita
kedatangan seorang guru sekaligus penulis dan pemilik penerbit KAMILA PRESS
LAMONGAN. Beliau
adalah Bapak
Mukminin, S.Pd., M.Pd. kelahiran Jombang, Jawa Timur.
Diusia beliau yang tak muda lagi semangat menulisnya luar biasa. Terbukti baru memulai menulis di usia 55 tahun sudah mampu menerbitkan 2 buku solo dan 8 buku antologi. Berikut hasil karyanya:
Beliau berbagi pengalaman
dalam menerbitkan buku. Hal yang diperlukan bagi seorang penulis pemula agar
dapat menerbitkan buku, diantaranya:
1. Diperlukan sebuah
keberanian dan tekad yang kuat.
Keinginan untuk mempublikasikan tulisan
dengan
harapan berbagi pengalaman. Tanpa niat yang kuat maka tidak akan terbit buku
yang diinginkan. Menulis itu bukan karena bakat tetapi karena niat kuat
untuk menulis dan terus menulis dan terus berlatih.
2. Berpola pikir
bahwa menulis itu mudah.
Jangan berkata menulis itu
sulit. Dengan berkata menulis itu mudah maka otomatis pikiran dan hati kita
diberi kemudahan. Kalau dibalik menulis itu sulit maka terhentilah pikiran dan
hati kita untuk menulis bahkan akan mengalami kebuntuan. "Tulislah apa
saja yang kita dengar, kita lihat, kita baca dan kita rasakan."
3. Kenali pasion Anda (
potensi Anda).
Kesukaan dan keahlian anda
dalam hal apa ketika anda mau menulis harus dipikirkan. Apakah suka menulis
buku bisnis, agama, pendidikan, fiksi ( cerpen, novel, roman, IT,
motivasi), dan lain-lain.
Dengan mengenali potensi diri maka akan mempermudah Anda untuk menulis. Sehebat
apapun potensi seseorang tanpa diasah dan berlatih terus maka sia-sia. Dengan
demikian hendaklah terus berlatih menulis dan menulis.
4. Banyak membaca.
Untuk menjadi penulis buku
bisa diperoleh melalui pengalaman dan pengetahuan dengan banyak membaca buku
wawasan kita akan bertambah dan tulisan kita akan menjadi buku yang menarik.
Membaca bukan berarti hanya membaca buku hardcopy saja akan
tetapi juga membaca keadaan/ situasi yang nantinya bisa dijadikan bahan untuk
menulis.
Karena kita sibuk dengan
banyak pekerjaan maka kita harus pandai membagi waktu. Cara agar kita konsisten
dalam menulis , diantaranya:
Ø
Tulislah, segera ambil hp dan ambil
gambar, tulis di hp dengan metode 5W +
1H, atau tulis di
buku catatan / kertas atau langsung bicara dengan direkam di hp.
Ø
Tentukan waktu yg tepat untuk menulis.
Setiap orang tidak Sama, ada yang
sempat
habis sholat subuh, ada yang sebelum tidur. Terserah
kita masing-masing.
Kembangkan pokok-pokok
tulisan menjadi tulisan yang baik, enak dibaca dengan
kalimat
pendek, sederhana yang mudah dipahami dan gunakan istilah umum.
Ø
Tampilkan tulisan Anda dengan ciri
khas gaya sendiri ( trade Mark), Karena setiap
orang punya style
masing-masing.
Ø
Jangan membatasi jumlah halaman,
mengalir saja, tulislah sebanyak-banyaknya.
Jangan menulis sambil
mengedit. Tulis saja sampai selesai baru kita mengeditnya,
sampai benar-benar bagus
sesuai dengan
Ejaan Yang Disempurnakan (
EYD).
5. Mempelajari bagaimana buku itu bisa sampai
diterbitkan.
Ø
Bagaimana membuat cover buku,
Ø
Bagaiman Judul yang menarik perhatian
pembaca
Ø
Apa saja yang harus dikirim ke penerbit
dari naskah / tulisan kita menjadi buku
6. Siapkan kata pengantar.
7. Siapkan Daftar Pustaka.
8. Siapkan Biodata penulis.
9. Siapkan Sinopsis untuk
cover buku bagian belakang berisi inti dari isi buku kita.
10. Semua jadikan satu file dan kirimkan ke penerbit.
Beliau juga berbagi
mengenai "Jenis Penerbit dan Bagaimana Sistem Kerjanya".
Beliau mengatakan penerbit itu ada dua jenis, yakni: Penerbit Mayor dan
Penerbit Indie. Berikut perbedaannya:
1. Jumlah Cetakan di
penerbit.
Ø
Penerbit mayor : mencetak bukunya
secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar
3000 eksemplar atau minimal
1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.
Ø
Penerbit indie : hanya mencetak buku
apabila ada yang memesan atau cetak berkala
yang dikenal dengan POD (
Print on Demand) yang umumnya didistribusikan
melalui media online
Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.
2. Pemilihan Naskah
yang Diterbitkan
Ø
Penerbit mayor : Naskah harus melewati
beberapa tahap prosedur sebelum
menerbitkan sebuah naskah.
Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama,
penerbit mayor mencetak
bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka
ekstra hati-hati dalam
memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan
berani mengambil resiko
untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima.
Penerbit
mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar,
dan tingginya tingkat
penolakan.
Ø
Penerbit indie : Tidak menolak naskah.
Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar
undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung
unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif
baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.
3. Profesionalitas
Ø
Penerbit mayor : Penerbit mayor tentu
saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.
Ø
Penerbit indie : kami pun profesional,
tapi sering disalahartikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di
penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli
memilih siapa yang akan jadi penerbit. Jangan
tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu
dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah
penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan
bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat
isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).
4. Waktu Penerbitan
Ø
Penerbit mayor : Pada umumnya sebuah
naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika
naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga
yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar,
banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa
cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang
ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh
distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.
Ø
Penerbit indie :Tentu berbeda kami akan
segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu
bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar
yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin
karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami
tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.
5. Royalti
Ø Penerbit
mayor : kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari
total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka
tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.
Ø
Penerbit
indie : umumnya 15-20% dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis
lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll
6. Biaya penerbitan
v
Penerbit mayor : Biaya penerbitan
gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja
sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut
di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk
menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian
hanya ada di pihak penerbit.
v
Penerbit indie : Berbayar sesuai dg
aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit
satu dengan yang lain
berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan
tidak sama.
Berikut Contoh penerbit
mayor adalah Gramedia Pustaka Utama, Mizan, Republika, Grasindo, Loka Media,
Tiga Serangkai, Bentang Pustaka, Erlangga, Yudhistira, Andi Yogyakarta
dan lain sebagainya.
Contoh penerbit Indie adalah KAMILA PRESS LAMONGAN
sebagai penerbit Indie, melayani cetak buku , jasa lengkap dengan jasa desain
cover buku, Lay out, editing dan ISBN. Jasa Penerbitan KAMILA PRESS
LAMONGAN.
Pengiriman naskah
untuk buku: Ketik diatas kertas A5 ukurannya 14,8 x 21 cm, spasi 1,15 ukuran
font 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm. Gunakan
huruf Arial, calibri atau Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke WA
Cak Inin atau email gusmukminin@gmail.com, lebih lengkap lihat
link penerbit Kamila Press, yaitu:
https://cakinin.blogspot.com/2021/01/cetak-awal-10-buku-dan-cetak-ulang.html
Pesan Cak Inin:
§
Menulis itu mudah, ayo terus menulis .
§
Tiada kata terlambat untuk menulis, tulislah segera
apa yang Anda suka, Anda dengar, Anda lihat, Anda baca dan Anda rasakan
untuk berbagi kebaikan (Cak Inin 2020)
§
Torehkan penamu dari hikmah jejak kakimu,
siapa tahu itu jadi penolongmu (Cak Inin 2020)
§
Kalau kamu ingin panjang umurmu, maka Menulislah
(Cak Inin 2020)
CAK Inin sungguh luar biasa menorehkan tinta tulisan mengukir sejarah penerbitan buah karya. Mengabadikan goresan
pena dalam wujud nyata buku di hadapan kita. Pelajaran malam ini berkaryalah
selagi mampu, luangkan waktu disela-sela aktifitas. Menulis tiada jemu bak jamur di musim
penghujan. Mari wahai para guru hebat terbitkan buku di penerbit Indie tempat
pak guru Inin KAMILA
PRESS LAMONGAN. Bisa juga di penerbit Mayor terserah kesukaan
kita semuanya baik untuk penerbitan buku.
“Jadilah pribadi unggul berkarya nyata di medan laga”
Salam literasi
anak negeri
Sragen, 20 Januari 2021


Semanagat menulis dan menginspirasi bunda sri...
BalasHapusTerimakasih bunda Utami, baru penulis pemula Bun tak Serapi teman-teman
HapusSemangaatt ibu
BalasHapusIya sahabatku kita saling menguatkan ya agar jadi guru hebat aamiin3
HapusTulisan yang bagus, enak untuk dibaca dan diikuti. semangat berkarya, semangat menginspirasi
BalasHapusTerimakasih pak Miftah mari kita bersemangat bersama dalam wadah guru ngeblog ya
BalasHapus