Jumat, 22 Januari 2021

Tips Menulis dan Menerbitkan Buku ke Penerbit

 

Tips Menulis dan Menerbitkan Buku ke Penerbit

Diklat Belajar Menulis di Blog

 Belajar Menulis Gelombang 17

 


 

v    Pertemuan ke  8         : Rabu, 20 Januari 2021

v    Waktu                         : 19:00 s/d 21:00 WIB

v    Pemateri                     : Mukminin, S.Pd., M.Pd

v    Moderator                 : Sucipto Ardi, S.Pd

v    Topik                          : Tips Menulis dan Menerbitkan Buku ke Penerbit

v    Peresume                   : Sri Marwaningsih

 

Rasa keputus asan, gundah gulana, galau kabut istilah anak milenial zaman digital, takut tak terbayangkan dan tak ada kepastian sebagai penulis pemula, telah membuat tulisan berlembar-lembar berserakan di fiel- fiel sana sini, ternyata malam ini menjadi terobati dengan obat ampuh cospleng resep belajar menulis pada pertemuan ke 8 PGRI gelombang 17 bersama Omjay sang mentor handal bertalenta  luar biasa dengan menghadirkan moderator karismatik berwibawa bapak Sucipto Ardi yang biasa disapa pak Cip panggilan lebih akrab supel dikesehariannya.

Malam ini mendatangkan narasumber  tak kalah seper hebat menghasilkan banyak karya buku dalam waktu relatif singkat, beliau alumni juga kelas menulis  yang diprakarsai oleh Omjay di PGRI. Dipertemuan kedelapan Belajar Menulis Bersama PGRI, kita kedatangan seorang guru sekaligus penulis dan pemilik penerbit KAMILA PRESS LAMONGAN. Beliau adalah Bapak Mukminin, S.Pd., M.Pd. kelahiran Jombang, Jawa Timur.

 

Alhamdulillah sangat mengispirasi paparan Bapak Mukminin, S.Pd, M.Pd narasumber yang mampu memanah tepat sasaran sehingga dapat membawa perubahan maindset saya lebih baik lagi. Beliau lebih sering disapa dengan sebutan Cak Inin.
Cak Inin mulai mengikuti belajar menulis pada tanggal Maret-Desember 2020. Hasilnya ia telah menerbitkan dua buku solo dan delapan buku antalogi. Dua buku solonya adalah 55 Pantun Nasihat dan Jurus Jitu Menjadi Penulis Andal. Saat ini Cak Inin juga aktif menulis di blog pribadi https://cakinin.blogspot.com

Diusia beliau  yang tak muda lagi semangat menulisnya luar biasa. Terbukti baru memulai menulis di usia 55 tahun sudah mampu menerbitkan 2 buku solo dan 8 buku antologi. Berikut hasil karyanya:


Beliau berbagi pengalaman dalam menerbitkan buku. Hal yang diperlukan bagi seorang penulis pemula agar dapat menerbitkan buku, diantaranya:

1. Diperlukan sebuah keberanian dan tekad yang kuat.

Keinginan untuk mempublikasikan tulisan dengan harapan berbagi pengalaman. Tanpa niat yang kuat maka tidak akan terbit buku yang diinginkan. Menulis itu bukan  karena bakat tetapi karena niat kuat untuk menulis dan terus menulis dan terus berlatih. 

2. Berpola pikir  bahwa menulis itu mudah

Jangan berkata menulis itu sulit. Dengan berkata menulis itu mudah maka otomatis pikiran dan hati kita diberi kemudahan. Kalau dibalik menulis itu sulit maka terhentilah pikiran dan hati kita untuk menulis bahkan akan mengalami kebuntuan. "Tulislah apa saja  yang kita dengar, kita lihat, kita baca dan kita rasakan."

3. Kenali pasion Anda ( potensi Anda).

Kesukaan dan keahlian anda dalam hal apa ketika anda mau menulis harus dipikirkan. Apakah suka menulis buku bisnis,  agama, pendidikan, fiksi ( cerpen, novel, roman, IT, motivasi), dan lain-lain. Dengan mengenali potensi diri maka akan mempermudah Anda untuk menulis. Sehebat apapun potensi seseorang tanpa diasah dan berlatih terus maka sia-sia. Dengan demikian hendaklah terus berlatih menulis dan menulis.

4. Banyak membaca. 

Untuk menjadi penulis buku bisa diperoleh melalui pengalaman dan pengetahuan dengan banyak membaca buku wawasan kita akan bertambah dan tulisan kita akan menjadi buku yang menarik. Membaca bukan berarti hanya membaca buku hardcopy saja akan tetapi juga membaca keadaan/ situasi yang nantinya bisa dijadikan bahan untuk menulis.

Karena kita sibuk dengan banyak pekerjaan maka kita harus pandai membagi waktu. Cara agar kita konsisten  dalam menulis , diantaranya:

Ø     Tulislah, segera ambil hp dan ambil gambar, tulis di hp dengan metode 5W +   

              1H,  atau tulis di buku catatan / kertas atau langsung bicara dengan direkam di hp. 

Ø     Tentukan waktu yg tepat untuk menulis. Setiap orang tidak Sama, ada yang sempat   

               habis sholat subuh, ada yang sebelum tidur. Terserah kita masing-masing.   

               Kembangkan pokok-pokok tulisan menjadi tulisan yang baik, enak dibaca dengan    

               kalimat pendek, sederhana yang mudah dipahami dan gunakan istilah umum.

Ø     Tampilkan tulisan Anda  dengan ciri khas  gaya sendiri ( trade Mark), Karena setiap  

              orang punya style masing-masing.

Ø     Jangan membatasi jumlah halaman, mengalir saja, tulislah sebanyak-banyaknya.  

              Jangan menulis sambil mengedit. Tulis saja sampai selesai baru kita mengeditnya,  

              sampai benar-benar bagus sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan ( EYD).

5.  Mempelajari bagaimana buku itu bisa sampai diterbitkan.

Ø     Bagaimana membuat cover buku, 

Ø     Bagaiman Judul yang menarik perhatian pembaca

Ø     Apa saja yang harus dikirim ke penerbit dari naskah / tulisan kita menjadi buku

6. Siapkan kata pengantar.

7. Siapkan Daftar Pustaka.

8. Siapkan Biodata penulis.

9. Siapkan Sinopsis untuk cover buku bagian belakang berisi inti dari isi buku kita.

10. Semua jadikan satu file dan kirimkan ke penerbit.

Beliau juga berbagi mengenai "Jenis Penerbit dan Bagaimana Sistem Kerjanya". Beliau mengatakan penerbit itu ada dua jenis, yakni: Penerbit Mayor dan Penerbit Indie. Berikut perbedaannya:

1.  Jumlah Cetakan di penerbit.

Ø     Penerbit mayor : mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar  

              3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

Ø     Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala  

              yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan  

              melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

Ø     Penerbit mayor : Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum  

              menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama,  

              penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka  

              ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan

              berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima.  

              Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar,

              dan tingginya tingkat penolakan.

Ø     Penerbit indie : Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.  Profesionalitas

Ø     Penerbit mayor : Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

Ø     Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalahartikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

4.  Waktu Penerbitan

Ø    Penerbit mayor : Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

Ø   Penerbit indie :Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

Ø Penerbit mayor : kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

Ø Penerbit indie : umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan

v    Penerbit mayor : Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 

v    Penerbit indie : Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit

              satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan   

              tidak sama.

Berikut Contoh penerbit mayor adalah Gramedia Pustaka Utama, Mizan, Republika, Grasindo, Loka Media, Tiga Serangkai, Bentang Pustaka, Erlangga, Yudhistira,  Andi Yogyakarta dan lain sebagainya.

 


Contoh penerbit Indie adalah KAMILA PRESS LAMONGAN sebagai penerbit Indie, melayani cetak buku , jasa lengkap dengan jasa desain cover buku, Lay out, editing dan ISBN. Jasa Penerbitan KAMILA PRESS LAMONGAN. 

Pengiriman naskah untuk buku: Ketik diatas kertas A5 ukurannya 14,8 x 21 cm, spasi 1,15 ukuran font 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm. Gunakan huruf Arial, calibri atau  Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke WA Cak Inin atau email gusmukminin@gmail.com, lebih lengkap lihat link penerbit Kamila Press, yaitu:

https://cakinin.blogspot.com/2021/01/cetak-awal-10-buku-dan-cetak-ulang.html

Pesan Cak Inin:

§  Menulis itu mudah,  ayo terus menulis .

§  Tiada kata terlambat untuk menulis, tulislah segera apa yang  Anda suka, Anda dengar, Anda lihat, Anda baca dan Anda rasakan untuk berbagi kebaikan (Cak Inin 2020) 

§  Torehkan penamu dari hikmah jejak  kakimu, siapa tahu itu jadi penolongmu (Cak Inin 2020) 

§  Kalau kamu ingin panjang umurmu, maka Menulislah (Cak Inin 2020) 

CAK Inin sungguh luar biasa  menorehkan tinta tulisan  mengukir sejarah penerbitan buah karya. Mengabadikan goresan pena dalam wujud nyata buku di hadapan kita. Pelajaran malam ini berkaryalah selagi mampu, luangkan waktu disela-sela aktifitas.  Menulis tiada jemu bak jamur di musim penghujan. Mari wahai para guru hebat terbitkan buku di penerbit Indie tempat pak guru Inin KAMILA PRESS LAMONGAN. Bisa juga di penerbit Mayor terserah kesukaan kita semuanya baik untuk penerbitan buku.

“Jadilah pribadi unggul berkarya nyata di medan laga”

Salam literasi anak negeri

 

Sragen, 20 Januari 2021


6 komentar:

  1. Semanagat menulis dan menginspirasi bunda sri...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih bunda Utami, baru penulis pemula Bun tak Serapi teman-teman

      Hapus
  2. Balasan
    1. Iya sahabatku kita saling menguatkan ya agar jadi guru hebat aamiin3

      Hapus
  3. Tulisan yang bagus, enak untuk dibaca dan diikuti. semangat berkarya, semangat menginspirasi

    BalasHapus
  4. Terimakasih pak Miftah mari kita bersemangat bersama dalam wadah guru ngeblog ya

    BalasHapus

Tips Guru Berbagai Menulis dan Meneliti

Tips Guru Berbagai  Menulis dan Meneliti Belajar Menulis Gelombang 17 ·                      Pertemuan Ke -24 : Jum’at , 26 Februari 202...