Konsisten Menulis menjelma buku
Belajar Menulis
Gelombang 17
·
Pertemuan
Ketigabelas : Senin, 1 Februari 2021
·
Waktu : 19:00 s/d 21:00 WIB
·
Pemateri : Wijaya Kusuma, M.Pd
·
Topik
: Komitmen Menulis di Blog
·
Peresume : Sri Marwaningsih
Membaca kiriman Fleyer dari bapak Brian bahwa kuliah
onlien malam ini memasuki
pertemuan ke 13 pelatihan belajar menulis bersama Omjay dan PGRI pada hari Senin,
tanggal 1 Februari 2021.Narasumber hebat menghadirkan bapak Dedi Dwitagama dan
moderator yang tak asing bagi kita adalah Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd.
Materi kuliah
mengusung tema “Komitmen Menulis di Blog”. Tema tersebut menantang jiwa ini
untuk selalu bergerak konsisten belajar menulis hingga tuntas habis terlahap
dengan nikmatnya bagaikan makan lauk panggang ikan tak ingat kawan dan lawan.
Seperti maju perang menjadi panglima yang paling handal . Eet tunggu dulu
perang apa hayo tebak kawan. Perang di sini melawan hawa nafsu enggan menulis
karena kesibukkan dari pagi hingga menjelang tidur. Keengganan rasa malas
kantuk inilah harus diperangi dengan niat konsisten didepan laptop sambil
menunggu paparan dari narasumber. Menyiapkan alat tulis “blog” sebagai alat
rekam ajaib kata”Ibu Aam berseloroh kepada para peserta di kelas onlien ini.
Saya menanti narasumber hadir di kelas. Omjay membuka dan
menyapa kami penuh kehangatan melalui WAG.
Sebelum beranjak pada materi, Omjay membagikan link Lomba Blog PGRI
Bulan Februari 2021 yang berisi tentang tantangan menulis selama 28 hari (1
bulan) https://terbitkanbukugratis.id/wijaya/01/2021/lomba-blog-pgri-di-bulan-februari-2021/ Lomba ini benar-benar menguji dan memberi kesempatan
pada peserta untuk mengikutinya. Setiap hari harus menulis apa saja yang
disukai dan dikuasi. Mental untuk tetap berkomitmen dan
menjaga konsistensi dalam hal menghasilkan tulisan. Acara yang sedianya akan mendatangkan
Pak Dedi Dwitagama
sebagai narasumber, karena beliau berhalangan maka dengan siap siaga Omjay menggantikan pak Dedi untuk menyampaikan materi.
Omjay berpesan, setelah mengikuti perkuliahan malam ini,
peserta diharapkan membuat resume hasil karya sendiri, bukan hasil jiplakan
karya orang lain. Tujuannya agar tiap peserta memiliki ciri khas sendiri. Jika
nantinya tulisan tersebut menjelma
menjadi buku,
akan lahir karya yang enak dibaca.
Kegiatan
membaca dan menulis merupakan 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanyan harus
berjalan beriringan dan dilakukan secara terus menerus. Jika dilakukan secara
konsisten, maka akan menjadi sebuah kebutuhan, sama halnya makan dan minum yang
dilakukan setiap hari.
Membaca dan menulis ibarat makan dan minum setiap hari kita lakukan. Jika
kita lapar dan haus maka makan dan minumlah, jika kita ingin hidupnya bermakna
dan dikenang sepanjang masa maka membaca dan menulislah. Menulislah setiap hari
buktikan apa yang terjadi. Motivasi yang sangat ampuh untuk melawan enggan yang
selalu menyelimuti diri.
Omjay teringat sosok teman sekaligus sahabat beliau yaitu pak Dian Kelana. Sebelum berpulang, beliau mendaulatkan dirinya untuk dunia pendidikan di Indonesia dengan membuat satu buah buku dan menulis artikel di blog YPTD. Beliau juga memiliki prinsip hidup "Jadilah manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain serta apa yang dilakukan sebagai ladang amal", Prinsip hidup ini senada dengan Hadits Rasulullah SAW Yang Artinya “ Apabila seorang manusia meninggal (mati) maka semua amalannya terputus kecuali tiga hal yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang selalu mendoakannya” (HR.Muslim).
Sungguh mulia semboyan hidup Omjay berbagi ilmu tak kenal lelah dengan harap akan terbayar kelak kemudian hari mendulang pahala surga Firdaus yang akan di nanti. Semoga Allah SWT mendengar niat baik dari hamba seperti Omjay dan narasumber hebat lainnya. Orang-orang terbaik di PGRI yang telah dipanggil lebih dulu menghadap sang Khaliq, diterima segala amal ibadahnya di tempat terbaik di sisi-Nya surga sesuai amal yang dilakukan di dunia ini.
Beliau pun dengan suka hati membagi trik untuk menjaga konsisten dalam menulis. Ada beberapa trik dari Omjay untuk menjaga konsistensi dalam menulis yaitu :
1. Jadikan
menulis sebagai kebutuhan, seperti makan dan minum
Sama halnya
makan dan minum, yang merupakan kebutuhan sehari-hari, maka jadikanlah menulis
sebagai kebutuhan. Anggap saja kita akan merasa larap dan haus jika sehari
tidak menulis. Menulislah setiap hari. Seperti Omjay
menuliskannya setiap hari dan menjelma menjadi buku dengan judul catatan harian
seorang guru blogger.
2. Pergi
keluar rumah untuk mendapatkan ide
Ide dalam menulis harus kita ciptakan sendiri dan tak perlu menunggu ide
datang. Banyak
sekali tempat untuk mendapatkan ide tulisan. Jangan hanya terpaku di rumah
saja. Jalan, kebun, sawah, taman atau bahkan kuburan bisa dijadikan ide untuk
bahan tulisan kita. Membaca tulisan orang lain juga dapat
mendatangkan ide.
3. Ciptakan
sendiri ide
Ide harus
kita ciptakan sendiri dengan cara melihat, mendengar, dan merasakan semua yang
kita lakukan saat itu. Jadi jangan menunggu ide itu datang. Datangi dan
temukan.
4. Tuliskan
apa yang ada di kepala
Setelah kita
mengalami dengan cara melihat, mendengar dan merasakan, maka ide-ide tersebut
akan muncul di kepala kita. Maka segera tuliskan apa saja yang ada di pikiran
kita. Jangan ditunda, segera tuliskan.
Tuangkan ide itu di blog kita masing-masing.
5. Tuliskan
segera
Ketika
ide-ide tersebut sudah muncul di kepala kita, segera tuliskan. Jangan ditunda,
jangan menunggu nanti. Kita dapat menuliskannya pada blog yang kita punya.
6. Cukup
menulis 3 alenia saja
Menulis itu
tidak usah terlalu banyak, kata Om Jay cukup 3 alenia saja yaitu pembuka, isi
dan penutup. Pembuka dapat berisa sapaan pada para pembaca, untuk isi kita
dapat menceritakan cerita atau berita yang akan kita bagikan, sedangkan penutup
berisi kalimat yang membuat penasaran pembaca.
7. Kalahkan
rasa malas
Ini yang
tidak kalah penting dan merupakan kunci dari komitmen dan konsistensi menulis
yaitu mengalahkan rasa malas. Rasa malas sering timbul karena habisnya ide
untuk dijadikan bahan tulisan. Jika rasa malas menghantui, kita dapat
menepisnya dengan menerapkan trik kembali pada nomor 1.
Omjay juga memberikan pesan agar tulisan kita memiliki ciri khas yaitu:
Ø -Pertahankan gaya menulis kita serta jangan terpengaruh dengan gaya menulis orang lain.
Ø -Banyak membaca tulisan orang lain, serta banyak berlatih menulis tentang apa yang dikuasai dan disukai maka akan mengalir dengan derasnya ide-ide cemerlang yang kita punyai.
Demikian materi paparan Omjay malam ini semoga tertarik
menerima tantangan ini penuh antusias. Berkomitmen
dan konsisten dalam mengahsilkan tulisan. Ingatlah selalu trik
yang sering didengungkan Omjay,
"Menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi". Marilah enyahkan rasa malas diri semangat terus berkarya
selalu menginspirasi wujudkan ide jadi kenyataan.

Alhamdulillah.
BalasHapus.mantap bu sri lanjutkan.
Salam litersi dari kota solo
lanjuuuuut
BalasHapusTerimakasih pak Thoriq pak Usman supportnya salam literasi dari kota Sragen
BalasHapus