Sosok Guru Inspiratif Menaklukkan Tantangan Menulis Buku nonfiksi 7 Hari
Belajar Menulis Gelombang 17
·
Pertemuan Ke-20 : Rabu, 17 Februari 2021
·
Waktu : 19:00 s/d 21:00 WIB
·
Pemateri : Musiin, M.Pd
·
Moderator : Sri Sugiastuti
·
Topik : Menaklukkan Tantangan Menulis
Buku nonfiksi 7 Hari
·
Peresume : Sri Marwaningsih (marwaningsihsri@gmail.com
Kembali belajar menulis di kelas PGRI bersama Omjay. Malam ini pertemuan
ke-21 dengan dimoderasi oleh Bu Kanjeng menghadirkan narasumber dari kota
Kediri terkenal khas Tahu Takwa yaitu Ibu Musiin,M.Pd. Beliau mengajar bidang
studi Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri Jawa Timur. Beliau adalah alumni
kelas menulis Omjay gelombang 8 yang juga mendapat kesempatan dan tantangan
menulis yang diberikan Prof. Eko dengan judul “Literasi Digital Nusantara Meningkatkan
Daya Saing Generasi” yang diterbitkan di penerbit Andi Offset Jogjakarta.
Bukunya telah dipajang di Gramedia online maupun Offline di seluruh nusantara.
Malam ini mengangkat tema "Menaklukkan Tantangan Menulis Non Fiksi 7
Hari"
Bu Musiin yang
akrab dipanggil Bu Iin menilai Prof. Eko sebagai seorang
Master Chef yang memberi banyak pilihan bahan masakan yang bisa diolah menjadi
berbagai jenis hidangan. Pilihan ada pada diri kita sendiri. Bahan masakan yang
akan dibuat sudah disediakan Prof Eko, yang bisa kita simak di channel di Prof
EKOJI. Menulis sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita, sesuatu yang
dikuasai dan dicintai. Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki adalah
bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan.
Masing-masing
individu memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan jadi, bergantung
pada individu masing-masing apakah mau dituliskan menjadi sebuah buku atau
tidak. Pilihan lain apa hanya sekedar disampaikan di kelas saja yang tidak
berjejak.
Menurut Bu Iin
menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Menulis tidak semudah berbicara,
semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi
penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka
akan lahir "Cinta Menulis"
Apa alasan
menulis?
Sebelum
memulai menulis buku, kita harus temukan dulu alasan kuat mengapa kita
ingin menjadi penulis. Alasan Bu Iin ingin jadi penulis adalah:
1. Mewariskan ilmu lewat buku.
2. Ingin punya buku karya sendiri yang
bisa terpajang di toko buku online maupun offline.
3. Mengembangkan profesi sebagai seorang
guru.
Bu Iin
termotivasi dengan kata-kata bijak dari Al-Ghazali dan Pramudya
Ananta Toer yang pada akhirnya
mempunyai keinginan kuat yang mampu mengantarkan ke hukum tarik menarik di alam
semesta ini. Hukum Tarik-Menarik dalam rahasia alam ini mengatakan bahwa
kemiripan menarik kemiripan. Pikiran menjadi penulis mengantarkan Bu Iin
untuk mengikuti kelas-kelas menulis (salah satunya kelas Omjay dan
tantangan menulis selama 1 minggu bersama Prof. Eko.
Pola Penulisan
Buku Nonfiksi
Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1. Pola Hierarkis
(Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari
sederhana ke
rumit) Contoh: Buku Pelajaran
2.
Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan
urutan proses. Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster
(Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini
diterapkan
pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal
ini antar bab setara)
Pola yang
dipakai Bu Iin dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga
yakni Pola Klaster.
Proses Penulisan Buku
Proses penulisan buku terdiri dari 4 langkah,
yakni
1. Pratulis.
Langkah ini meliputi :
a. Menentukan tema : tema bisa
ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah
parenting, pendidikan, motivasi. Tema yang diangkat di buku Bu Iin adalah
pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa, mengamati lingkungan
serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset
(The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020
b. Menemukan ide : Untuk
melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan
dari :
c. Merencanakan jenis tulisan
d. Mengumpulkan
bahan tulisan
e. Bertukar
pikiran
f. Menyusun
daftar
g. Meriset
f. Membuat Mind
Mapping
g. Menyusun
kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi
berupa paranting, pendidikan, motivasi dan lain-lain. Penulis mendapatkan tema
menarik dari :
1. 1. Pengalaman Pribadi maupun
orang lain
2. 2. Berita di Media massa,
status Facebook,Twitter, Whatshapp,Instagram.
3. 3. Imajinasi
4. 4. Mengamati Lingkungan
5. 5. Perenungan dan membaca
buku
Ibu Iin mengangkat tema pendidikan. Idenya berasal dari berita di
media massa, mengamati lingkungan juga penguatan materi dari Prof. Ekoji channel yang berjudul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) tayang
pada tanggal 20 Maret 2020.
Referensinya beliau peroleh dari literasi di internet.
Referensi terdiri dari :
1. Pengetahuan yang diperoleh secara formal,
nonformal, atau informal
2. Keterampilan yang diperoleh secara formal,
nonformal, atau informal
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita
hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan
Selanjutnya adalah pembuatan kerangka yang kemudian diajukan kepada Prof. Ekoji untuk disetujui melanjutkan ke proses penulisan. Bu Iin menyusun kerangka buku dengan mengikuti nasehat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau, anda bisa menontonnya disini. Pak Yulius Roma Patendean sendiri adalah alumni kelas menulis gelombang 8 yang juga menaklukan tantangan menulis dari Prof. Ekoji.
Ibu Iin mengikuti jejak Pak Yulius, untuk membuat tulisannya rapi
dan tertata sejak awal.
Berikut adalah kerangka tulisannya:
BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian
Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka
Literasi Digital
E. Level
Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan
Literasi Digital Pada Lintas Generasi
H. Kewargaan
Digital
BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet
+62
A. Perkembangan Gerakan
Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi
Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62
Selain itu penting bagi kita juga untuk mengetahui anatomi buku non
fiksi. Anotomi buku nonfiksi adalah seperti berikut ini:
1. Halaman Judul
2. Halaman
Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman
Daftar Isi
4. Halaman Kata
Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman
Prakata
6. Halaman
Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9 Halaman
Glosarium
10. Halaman Daftar
Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang
Penulis
Langkah kedua
Menulis Draf
1. Menuangkan
konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak
mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan
Langkah ketiga
Merevisi Draf
1. Merevisi
sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah.
Langkah keempat
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan
fakta
5. Legalitas dan norma
Dan tentu saja seperti penulis lainnya, Bu Iin pun tetap mengalami hambatan-hambatan ketika menulis, diantaranya seperti:
1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis
Yang terberat memang betul adalah hambatan psikologis. Karena hal ini berkaitan dengan deadline yang diberikan. Harusnya justru deadline ini menjadi trigger untuk kita segera menyelesaikan tulisan.
Lalu bagaimana cara Ibu Iin mengatasinya?
1. Banyak membaca
2. Mencari
inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan
narasumber.
3. Disiplin menulis setiap hari.
4. Pergi ke pasar
dan memasak. Ini menjadi moodbooster untuk menulis lagi
Terpenting dan harus diingat adalah kesempatan menulis dengan Prof. Ekoji tidak akan datang dua kali. Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang. Kesempatan kecil seringkali merupakan permulaan kepada sesuatu yang lebih besar. Take it or leave it, and now or never. Bu Kanjeng menambahkan sebelum kemudian menutup materi malam ini.
👍🏻👍🏻👍🏻
BalasHapus