Taman Baca Masyarakat Mr.Bams Pembangkit Semangat Literasi
BELAJAR MENULIS GELOMBANG 17
Pertemuan
15 : Jum'at, 5 Februari 2021
Waktu : 19:00 s/d 21:00 WIB
Narasumber
: Bambang
Purwanto, S.Kom, Gr
Moderator
: Sucipto Ardi,S.Pd
Topik
:
Mengelola Taman Bacaan
Peresum
: Sri Marwaningsih (marwaningsihsri@gmail.com)
Literasi tidak asing bagi dunia pendidikan yang bermakna kemampuan yang
dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi melibatkan membaca, berbicara ,
menyimak dan menulis untuk menyampaikan suatu pendapat yang bermakna dan
bermanfaat bagi orang lain. Literasi lebih ditekankan pada mengolah dan
memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis agar terampil
dalam mentransformasikan tulisan. Pada era 4.0 kemudahan dalam segala segi kehidupan
telah nyata membantu diberbagai ranah
kehidupan. Jika tidak giat berliterasi maka akan tergilas oleh waktu yang tak
mengenal kemampuan seseorang.
Tepat sekali malam ini pelatihan menulis Jum’at. Tanggal 5 Februari 2021
menghadirkan narasumber hebat terkenal dengan kalimat bahagia dan pecinta
literasi mencerdaskan anak negeri. Dipandu moderator handal Bapak Sucipto Ardi.
Materi sangat memukau peserta pelatihan bagaikan sinar surya yang hinggar
bingar menembus cakrawala pandang tak terbatas sekat dan waktu.
Saya hampir sama dengan Pak Mr. Bams
tapi sunguh sangat jauh berbedaannya. Beliau lebih luas jangkuaan terbangnya
dibanding saya masih jalan di tempat. Saya mengelola sebuah kegiatan di rumah
dengan nama traning center “Asfara Mustofa” bergerak dibidang sosial keagamaan.
Kajian rutin baca tulis Al Qur’an (tahsin Al-Qurqan) setiap Minggu kami beri
nama Minggu ceria mulai jam 07-08.30.
Masyarakat sangat antusias berdatangan belajar Al quran. Malam hari setelah
sholat Isyak berjama’ah. Mengadakan pembelajaran baca tulis Al Quran para ibu
dan bapak serta remaja di sekitar kampung saya dengan “metode Tarsanah” untuk
memudahkan cepat bisa membaca Al quran. Pada setiap awal bulan kami mengadakan
pengajian akbar untuk mendalami materi agama.
Materi yang kami ajarkan tentang Fikih meliputi tata cara peribadatan
secara vertikal maupun horizal, Akidah Aklaq tentang bagaimana beradab sesama
manusia, alam sekitar dan makhluk ciptaan sang Kholiq. Sirah nabawi sejarah
para Nabi dan Rasul. Rumah Traning center Asfar Mustofa menempati tanah seluas
500 m2. Bangunan rumah berciri khas rumah Jawa Tengah bernama rumah Limasan
tanpa sekat hanya pembatas tembok kanan,kiri dan belakang bahkan tanpa pagar.
Halaman rumah ditanami warung hidup atau apotik hidup. Hasil dari tanaman kami
berikan kepada semua orang yang menginginkan untuk memetiknya.
Tujuan kami hanya semata-mata ingin mencerahkan masyarakat sekitar agar
mampu memahami agamanya dan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari
sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga negara yang cinta tanah air
Indonesia dan bangsanya.Siapapun kami berikan kebebasan untuk menggunakan rumah
ini sebagai tempat pilihan alternatif kegiatan sosial seperti arisan kelurga,
pertemuan PKK, Rapat arisan RT, RW, hajatan pernikahan dan lain-lain tanpa
dipungut biaya. Sekelumit cerita di atas memberikan gambaran bahwa kita mampu
memberikan manfaat kepada sesama sebagai bekal kembali bertemu pada Sang
Pencipta.
Mr.Bambs mengelola taman bacaan di lingkungan tempat tinggal sangat
menginspirasi saya untuk lebih mengembangkan diri dari segi literasi,
menyediaakan beraneka macam bacaan buku-buku di rak almari.Semoga saya mampu
mewujudkan impian ini sebagaimana paparan dari Mr.Bams paling tidak hampir
mendekati kegiatan seperti beliau.
Mr.Bams niat awal mendirikan Taman
Bacaan Masyarakat (TBM) karena senang mendongeng dan pecinta dengan anak-anak yang
suka membaca dan memanfaatkan koleksi buku di taman bacaannya dimulai sejak tahun 2004. Taman Bacaan Masyarakat
(TBM Pak
Bambang awalnya dinamai nama TBM Ayah Salwa. Nama Ayah Salwa diambil dari
nama pendongeng dari Bambang Purwanto yang sudah ada sejak 2004.
Merintis TBM dengan membeli rumah type 21 yang ditempati dari tahun 2007,
mulai digunakan untuk TBM pada tahun 2011. Tepatnya 5 Oktober 2011. Setiap malam
beliau menyiapkan buku cerita anak sebanyak 20. Majalah bobo 20 dan koran yang hari kemarin. Disiapkan untuk Salwa puteri semata wayang Mr Bams yang saat itu berusia 8 tahun. Buku, majalah dan koran yang
setiap malam disiapkan dan disimpan di rak plastik 3 trap. Rak diletakan
di teras halaman. Rumah kecil yang tak berpagar, meski rumah ditinggalkan,
anak-anak bisa membaca buku yang sudah disiapkan pada rak teras rumah. Modal
buku saat berdirinya TBM ini, hanya sekitar 200 eksampler, Buku-buku
tersebut berasal dari koleksi pribadi Mr. Bams sendiri. Sungguh luar
biasa usaha untuk mendirikan taman baca.
Gambar di atas adalah kondisi masa awal pendirian TBM.
Pada hari Ahad, Mr. Bams mengeluarkan meja.
Buku-buku dari rumahnya dipajang di atas meja. Anak-anak asik mampir ke rumah
untuk melihat-lihat sambil membaca buku. Saat membuat tempat duduk
menggunakan bambu , orang mengira Mas Bams akan berjualan. Ada juga yang
mengira akan mendirikan pos ronda. Wah macam-macam perkiraan orang-orang
sekitar pada Mas Bams.
Rumah yang ditempati Mr
Bams, sejak tahun 2007. Kemudian tahun 2011 bergabung dengan taman baca,
di tahun 2012 Mr Bams, mendapatkan kejutan bisa membeli rumah yang hanya berbeda
3 rumah setelah rumahnya.
Tempat
duduk bambu sudah berganti menjadi tembok sehingga anak-anak bisa lebih
nyaman.
Bila menggunakan mesin
pencari google dengan kata kunci TBM AS Lebakwangi, maka akan
muncul banyak informasi tentang taman baca yang Mr. Bams kelola. Tahun 2021
nanti di tanggal 5 Oktober, usia TBM AS Lebakwangi genap 10 tahun. Agar
lebih maju lagi, TBM AS Lebakwangi bergabung dengan Forum TBM yang ada dari
tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Nasional. Selain anak-anak yang dekat
dengan rumah, Mr. Bams sering kedatangan anak-anak dari sekolah. Mereka jalan
kaki menuju perumahan Lebakwangi Asri tempat TBM beroperasi.
Apa saja kegiatan yang ada
di TBM? Ada beberapa kegiatan yang rutin dilaksanakan TBM Lebakwangi,
diantaranya adalah,
1.
Baca buku
2.
Pinjam buku
3.
Mendongeng
4.
Belajar menulis (TK/SD)
5.
Belajar baca
6.
Mewarnai
7.
Menggambar
8.
Menulis Puisi
9.
Komputer
10.
Internet
11.
Main catur
12.
Puzle
13.
Pelatihan
14.
Menulis resume dan lain-lain.
Dalam kesempatan malam ini Mr. Bams juga
membagi pengetahuan ketika kita hendak mendirikan taman baca. Adapun
perizinan yang harus dipenuhi ketika membuat TBM adalah
1.
Awalnya membuat perizinan dengan tetangga.
2.
Surat domisili dari Desa
3.
Akte Pendirian dari Notaris
4.
Ijin Operasional dari Dinas Pendidikan Kab Bandung.
Taman baca Pak Bambang dikelola dengan baik. Hingga kebermanfaatannya juga benar-benar dirasakan olah warga sekitar. Dari sanalah taman baca yang diprakarsai Pak Bams mendapat penghargaan dari Pemda Kab. Bandung. Beberapa ada Dari dinstansi lain. Beberpa penghargaan diarih, salah satunya diberikan oleh Bupati Bandung, Dadang Naser Sabilulungan Award.
Salwa dan bapak bupati, dalam acara penerimaan pengargaan.
Kebahagian
menghadirkan buku kepada orang lain yang dirasakan Mr.
Bams. Merupakan kebahagian yang pernah dirasakan juga kala
mendapatkan kado istimewa dari gramedia berupa
ratusan buku anak untuk perpustakaan sekolah. Buku yang mahal itu bagi mereka
adalah kebahagiaan. Dunia menjadi demikian luas, cakrawala pengetahuan menjadi hebat
untuk dijelajahi dari buku. Karenanya, jika kita masih bertekad menghadirkan
kebahagian dari tulisan maka mulai dari sekarang membaca menulis, berkarya, membuat buku yang berdaya menguatkan karakter,
agar menjadikan manusia yang bermanfaat.
Kata kunci dari saya “ Kebaikan akan menuai keberkahan. Berbagi
tiada henti mewujudkan manusia sejati yang memiliki karakter berbudi luhur
lebih dekat pada Ilahi Rabby”. Selamat
berkarya Mr.Bams anak negeri selalu menantimu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar