Tantangan Guru Muda Berprestasi di
Daerah 3T (Terdepan, Tertular dan
Tertinggal)
Belajar Menulis Gelombang 17
·
Pertemuan Ke-23 : Rabu, 23 Februari 2021
·
Waktu : 19:00 s/d 21:00 WIB
·
Pemateri : Khamdan Muhaimin, S.Pd.,Gr
·
Moderator : Bambang Purwanto, S.Pd.,
Gr
·
Topik : Menjadi guru Berprestasi
dan Berdedikasi di Daerah 3T
·
Peresume : Sri Marwaningsih
(marwaningsihsri@gmail.com
Malam ini memasuki tahap kedua kegiatan Pelatihan Menulis PGRI bersama Omjay sesi motivasi berprestasi , dipandu oleh moderator dari Bandung yang suka membagi kata bahagia penyejuk kalbu. Beliau adalah Pak Bambang Purwanto S.Kom yang akrab di sapa Mr Bams selalu siap membersamai peserta pelatihan ini.
Menghadirkan
narasumber Seorang guru muda berprestasi dan berdedikasi di
daerah 3t (terdepan, terluar dan tertinggal). Beliau adalah Pak Khamdan
Muhaimin, S.Pd, Gr. Beliau bertugas di SMPN 5 Sambi Rampas Kab. Manggarai
Timur, Provinsi NTT.Tempat Kelahiran Beliau di Kabupaten
Banjarnegara, Jawa Tengah.
Sesi tahap
akhir pelatihan ini sengaja Omjay menampilkan momen memotivasi peserta. Menggugah
semangat berprestasi di segala line profesi seorang pendidik anak negeri
tercinta ini. Membaca biodata beliau memang benar guru muda penuh karya
berdedikasi mencintai negeri di wilayah NKRI, menujung tinggi sumpah jabatan
seorang ASN harus mau mampu ditempatkan di pelosok penjuru negeri. Pak Khamdan
sebagai pionering gerbang pembuka ladang amal mencerdaskan anak negeri. Syukuri
nikmati apa yang telah Allah SWT gariskan padanya patut diacungi jempol.
Pak Khamdan
Muhaimin, S.Pd, Gr. berbagi pengalaman selama bertugas di daerah terpencil
dengan tema Menjadi Guru Berprestasi dan Berdedikasi di daerah 3T (Terdepan,
terluar dan tertinggal).Sebelum menjadi guru di NTT Beliau pernah
menjadi guru honorer di SMK Muhammadiyah Weleri Kendal dan SMKN 1 Mandiraja
Banjarnegara Jawa Tengah.
Dari tahun 2015 sampai dengan
sekarang Pak Khamdan Muhaimin, S.Pd, Gr. Beliau mengabdi
di daerah 3t kurang lebih selama 6 Tahun . Inilah
potret tempat tinggal narasumber hebat malam ini.
Sungguh perjuangan tak kenal lelah di daerah terpencil. Saya pun turut
merasakan melihat potret kondisi tempat tinggal seperti itu. Fasilitas vital di tempat bertugas tidak ada Listrik, sinyal susah, air
susah, jalan rusak mendaki menurun sedangkan mata pencaharian orang tua
berkebun/petani kopi yang hasil panennya satu tahun satu kali, di tempat
beliau mengabdi kehidupan orang tua siswa adalah golongan ekonomi
menengah ke bawah. Desa itu terdiri dari 7 kampung yang lokasinya
berjauhan antar perkampungan.
Beliau
menceritakan pengalamannya juga ketika menuju ibu kota kabupaten
membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam. Beliau bercerita kalau
mau makan bakso, mie ayam, sate dan makanan yang enak itu harus
berkunjung ke kota dengan keadaan perjalanan yang jauh dan begitu terjal dan
melelahkan, namun semua liku-liku kehidupan dijalani dengan penuh keikhlasan maka
akan terasa indah dan menyenangkan. Dengan
menikmati dan mensyukuri proses kehidupan semua menjadi terasa
ringan.
Pak Khamdan
bersama warga untuk bertahan di daerah tempat tinggalnya jarang pergi ke
kota untuk membeli sayuran dan lainnya, tetapi Beliau menanan sendiri
tanaman yang dibutuhkan seperti, menanam labu, daun singkong, kubis, buncis. Untuk
lauk pauk biasanya dengan telur,mie instan, ikan asin, ikan basah kalau
musim ikan dan ayam pedaging, itupun harus pergi ke kota
Kabupaten.
Dari
pengalaman narsumber adat di daerah 3t sangat kuat, berbagai acara adat masih ada
:
1. Irong,
tidak boleh berteriak, menyalakan api, ribut, selama 1-2 hari, tujuanya adalah
supaya hasil panen melimpah.
2. Acara
mbaru dor, adalah masuk rumah baru mereka menggunakan berbagai acara
adat.
3. Kepok
tuak adalah adat menyambut kedatangan tamu dengan berbicara adat
menggunakan tuak, rokok dan ayam kampung. Ungkapan ketulusan orang disini
menerima tamu dan kegembiraan menyambut tamu baru.
4. Makan
padi baru, acara pesta sekolah dan lain lain.
Dari sekitar tahun 2016 Beliau mulai menulis
tentang berbagai tantangan dan solusi menjadi pendidik di daerah 3t.
Pertama kali menulis langsung membawa Beliau menjadi finalis (10) besar
kegiatan Simposium GTK 2016 di Jakarta yang diselenggarakan oleh Kemdikbud RI.
Tujuan
Beliau menulis karena pendidikan di daerah khusus atau daerah
terpencil yang masih serba kekurangan dari berbagai akses dapat diperhatikan
oleh pemerintah. Harapan Beliau dengan menulis tentang perjalanan di
daerah 3t dapat memotivasi para guru-guru yang berjuang di garis depan daerah
terpencil supaya para pendidik semangat berinovasi dan
menginspirasi walaupun di daerah terpencil.
Beliau
sangat menginspirasi sekali buat peserta pelatihan menulis gelombang 17 ini .
Dengan menemukan persoalan/masalah di daerah 3t Beliau buat rangkuman
/ditulis. Tidak hanya menulis masalah saja akan tetapi juga memberikan solusi
melalui tulisan maupun tindakan. Motto hidup Beliau “ Sebaik manusia adalah yang
bermanfaat untuk orang lain”.
Ini
Pengalaman Narsumber di daerah 3t
mendirikan rumah belajar, rumah belajar berdiri tahun 2016 sampai
sekarang. Anak-anak setelah pulang sekolah makan istirahat sebentar
kemudian ke kebun untuk ambil kayu bakar dan sayur kemudian pulang makan malam
dan tidur karena kelelahan sehingga tidak sempat belajar.
Melihat
kondisi itu maka Beliau mendirikan rumah belajar supaya anak semangat
belajar dengan menyajikan kegiatan les matematika, membaca buku, menggambar,
mewarnai, bulu tangkis , bola voli, puzzle dan lain-lainnya. Kegiaatan malampun pukul 19.30 Wita anak-anak juga dapat
belajar mengoperasikan laptop dan akses internet gratis di rumah belajar.
Luar
biasa narsumber malam ini sangat menginspirasi semua Peserta Pelatihan Menulis ini.
Dengan dedikasi dan perjuangan yang tinggi sehingga rumah belajar
yang Beliau dirikan pernah mendapat kiriman buku dari Mbak
Najwa Shihab sebagai duta baca Indonesia. Dan Mbak
Najwa Shihab mengunggah kegiatan rumah belajar Beliau ke
instagramnya.
Beliau
tidak hanya mengajar siswa di kelas seperti kebanyakkan guru yang ada di
lingkungan kita. Selain itu juga Beliau menjadi relawan di daerah 3t
dengan membuat proposal bantuan ke berbagi instansi baik negeri maupun
swasta. Yayasan, kampus, komunitas, media online, perpustaakan daerah,
nasional, kita menjalin kerja sama dengan mereka.
Kemudian
setelah mendapatkan apa yang di dapat Beliau mewakili donator
membagikannya seperti membagikan flashdisk vidio pembelajaran program kirim
budi ke sekolah SD, SMP dan SMA, membagikan seragam sekolah, buku bacaan, alat
tulis ke sekolah SD, SMP dan SMA di tempat Beliau mengabdi, membagikan
mukena, al-quran, iqro, buku, karpet masjid ke umat muslim minoritas di
masjid fatahillah. Beliau mewakili donator dari jawa juga membuat dua
sumber mata air dan 4 bak penampung air untuk warga sekitar yang kekurangan air
di daerah 3T.
Berawal
dari kondisi tempat tugas Pak Khamdan Muhaimin, S.Pd, Gr. yang
merupakan daerah 3T sinyal susah kadang blank sinyal 3 hari, coba bayangkan
3 hari tanpa HP,oleh karena itu Beliau menginisiasi sekolah berbasis digital
seperti : Computer Based Tes offline dan pemilihan ketua
Osis offline merupakan pertama kali dilaksanakan di sekolah
Beliau dan pertama kali juga di kabupaten Manggarai Timur, cara
kerja ini digital akan tetapi tanpa menggunakan sinyal dan kartu perdana,
selain itu Beliau juga membuat kelompok belajar mini di setiap kampung.
Berkat dedikasi yang tinggi pantas Beliau guru muda mendapat
penghargaan. Ini Prestasi terakhir kemarin dinobatkan menjadi Guru SMP
Inspiratif Tingkat Nasional 2020 yang diselenggarakkan oleh Dirjen GTK
Kemdikbud di Hotel Serpong, Tanggerang Selatan.
Semoga kita mampu berkiprah mendarmabaktikan ilmu kepada peserta didik. Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah tempat persemian benih kebudayaan. Dalam hal ini pak Khamdan telah menanamkan benih kebudayaan ke peserta didik menjadi tahu, terampil hingga membudayakan norma-norma agama dan norma susila di dunia pendidikan. Tujuan akhir dari pendidikan salah satunya memanusiakan manusia bisa menjadi beradab dan bermartabat.
Terimakasih
Pak Khamdan Muhaimin, S.Pd, Gr telah berbagi pengalama yang begitu
luar biasa sangat menginspirasi khususnya buat Peserta Pelatihan Menulis ini
umumnya buat guru-guru Indonesia untuk terus berjuang dalam memajukan
pendidikan di Indonesia dan terus berkarya mencerdaskan anak bangsa.
Beliau tutup materi malam
ini dengan kalimat yang sangat menyentuh hati sesama pendidik "Teruslah
mengabdi dimanapun Bapak/Ibu berada, ilmu yang kita berikan akan berdampak pada
generasi berikutnya, guru tidak hanya mengajar tetapi juga bisa berkontribusi
bagi lingkungan sekitar yang membutuhkan, terus menjadi teladan bagi anak
didik, terus berkarya, berinovasi dan menginspirasi, selamat mengabdi, semoga
sehat selalu dan berusaha memberi manfaat kepada orang lain."


Tidak ada komentar:
Posting Komentar