Selasa, 09 Februari 2021

Taman Baca Masyarakat Mr.Bams Pembangkit Semangat Literasi

 

Taman Baca Masyarakat Mr.Bams Pembangkit Semangat Literasi

BELAJAR MENULIS GELOMBANG 17

Pertemuan  15      :     Jum'at, 5 Februari 2021

Waktu                  :     19:00 s/d 21:00 WIB

Narasumber         :     Bambang Purwanto, S.Kom, Gr

Moderator            :     Sucipto Ardi,S.Pd

Topik                   :      Mengelola Taman Bacaan

Peresum               :     Sri Marwaningsih (marwaningsihsri@gmail.com)

 


       Literasi tidak asing bagi dunia pendidikan yang bermakna kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi melibatkan membaca, berbicara , menyimak dan menulis untuk menyampaikan suatu pendapat yang bermakna dan bermanfaat bagi orang lain. Literasi lebih ditekankan pada mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis agar terampil dalam mentransformasikan tulisan. Pada era 4.0 kemudahan dalam segala segi kehidupan telah nyata membantu  diberbagai ranah kehidupan. Jika tidak giat berliterasi maka akan tergilas oleh waktu yang tak mengenal kemampuan seseorang.

       Tepat sekali malam ini pelatihan menulis Jum’at. Tanggal 5 Februari 2021 menghadirkan narasumber hebat terkenal dengan kalimat bahagia dan pecinta literasi mencerdaskan anak negeri. Dipandu moderator handal Bapak Sucipto Ardi. Materi sangat memukau peserta pelatihan bagaikan sinar surya yang hinggar bingar menembus cakrawala pandang tak terbatas sekat dan waktu.

        Saya hampir sama dengan Pak Mr. Bams tapi sunguh sangat jauh berbedaannya. Beliau lebih luas jangkuaan terbangnya dibanding saya masih jalan di tempat. Saya mengelola sebuah kegiatan di rumah dengan nama traning center “Asfara Mustofa” bergerak dibidang sosial keagamaan. Kajian rutin baca tulis Al Qur’an (tahsin Al-Qurqan) setiap Minggu kami beri nama Minggu  ceria mulai jam 07-08.30. Masyarakat sangat antusias berdatangan belajar Al quran. Malam hari setelah sholat Isyak berjama’ah. Mengadakan pembelajaran baca tulis Al Quran para ibu dan bapak serta remaja di sekitar kampung saya dengan “metode Tarsanah” untuk memudahkan cepat bisa membaca Al quran. Pada setiap awal bulan kami mengadakan pengajian akbar untuk mendalami materi agama.

       Materi yang kami ajarkan tentang Fikih meliputi tata cara peribadatan secara vertikal maupun horizal, Akidah Aklaq tentang bagaimana beradab sesama manusia, alam sekitar dan makhluk ciptaan sang Kholiq. Sirah nabawi sejarah para Nabi dan Rasul. Rumah Traning center Asfar Mustofa menempati tanah seluas 500 m2. Bangunan rumah berciri khas rumah Jawa Tengah bernama rumah Limasan tanpa sekat hanya pembatas tembok kanan,kiri dan belakang bahkan tanpa pagar. Halaman rumah ditanami warung hidup atau apotik hidup. Hasil dari tanaman kami berikan kepada semua orang yang menginginkan untuk memetiknya.

       Tujuan kami hanya semata-mata ingin mencerahkan masyarakat sekitar agar mampu memahami agamanya dan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga negara yang cinta tanah air Indonesia dan bangsanya.Siapapun kami berikan kebebasan untuk menggunakan rumah ini sebagai tempat pilihan alternatif kegiatan sosial seperti arisan kelurga, pertemuan PKK, Rapat arisan RT, RW, hajatan pernikahan dan lain-lain tanpa dipungut biaya. Sekelumit cerita di atas memberikan gambaran bahwa kita mampu memberikan manfaat kepada sesama sebagai bekal kembali bertemu pada Sang Pencipta.

       Mr.Bambs mengelola taman bacaan di lingkungan tempat tinggal sangat menginspirasi saya untuk lebih mengembangkan diri dari segi literasi, menyediaakan beraneka macam bacaan buku-buku di rak almari.Semoga saya mampu mewujudkan impian ini sebagaimana paparan dari Mr.Bams paling tidak hampir mendekati kegiatan seperti beliau.

       Mr.Bams niat awal mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) karena senang mendongeng dan pecinta dengan anak-anak yang suka membaca dan memanfaatkan koleksi buku di taman bacaannya  dimulai sejak tahun 2004. Taman Bacaan Masyarakat (TBM Pak Bambang awalnya  dinamai nama TBM Ayah Salwa. Nama Ayah Salwa diambil dari nama pendongeng dari Bambang Purwanto yang sudah ada sejak 2004.

       Merintis TBM dengan membeli rumah type 21 yang ditempati dari tahun 2007, mulai digunakan untuk TBM pada tahun 2011. Tepatnya 5 Oktober 2011. Setiap malam beliau menyiapkan buku cerita anak sebanyak 20. Majalah bobo 20 dan koran yang hari kemarin. Disiapkan untuk Salwa puteri semata wayang Mr Bams yang saat itu  berusia 8 tahun. Buku, majalah dan koran yang setiap malam disiapkan dan disimpan di rak plastik  3 trap. Rak diletakan di teras halaman. Rumah kecil yang tak berpagar, meski rumah ditinggalkan, anak-anak bisa membaca buku yang sudah disiapkan pada rak teras rumah. Modal buku saat berdirinya TBM ini, hanya sekitar 200 eksampler,  Buku-buku tersebut  berasal dari koleksi pribadi Mr. Bams sendiri. Sungguh luar biasa usaha untuk  mendirikan taman baca.


Gambar di atas adalah kondisi masa awal pendirian TBM.

       Pada  hari Ahad, Mr. Bams mengeluarkan meja. Buku-buku dari rumahnya dipajang di atas meja. Anak-anak asik mampir ke rumah untuk melihat-lihat sambil membaca buku. Saat membuat tempat duduk menggunakan bambu , orang mengira Mas Bams akan berjualan. Ada juga yang mengira akan mendirikan pos ronda. Wah macam-macam perkiraan orang-orang sekitar pada Mas Bams.

      Rumah yang ditempati Mr Bams,  sejak tahun 2007. Kemudian tahun 2011 bergabung dengan taman baca, di tahun 2012 Mr Bams, mendapatkan kejutan bisa membeli rumah yang hanya berbeda 3 rumah setelah rumahnya.


Tempat duduk bambu sudah berganti menjadi tembok sehingga anak-anak bisa lebih nyaman.

       Bila menggunakan mesin pencari google dengan kata kunci TBM AS Lebakwangi, maka akan muncul banyak informasi tentang taman baca yang Mr. Bams kelola. Tahun 2021 nanti di tanggal 5 Oktober, usia TBM AS Lebakwangi genap 10 tahun. Agar lebih maju lagi, TBM AS Lebakwangi bergabung dengan Forum TBM yang ada dari tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Nasional. Selain anak-anak yang dekat dengan rumah, Mr. Bams sering kedatangan anak-anak dari sekolah. Mereka jalan kaki menuju perumahan Lebakwangi Asri tempat TBM beroperasi.

       Apa saja kegiatan yang ada di TBM? Ada beberapa kegiatan yang rutin dilaksanakan TBM Lebakwangi, diantaranya adalah,

1. Baca buku

2. Pinjam buku

3. Mendongeng

4. Belajar menulis (TK/SD)

5. Belajar baca

6. Mewarnai

7. Menggambar

8. Menulis Puisi

9. Komputer

10. Internet

11. Main catur

12. Puzle

13. Pelatihan

14. Menulis resume dan lain-lain.

       Dalam kesempatan malam ini Mr. Bams juga membagi pengetahuan ketika kita hendak mendirikan taman baca. Adapun perizinan yang harus dipenuhi ketika membuat TBM adalah

1. Awalnya membuat perizinan dengan  tetangga.

2. Surat domisili dari Desa

3. Akte Pendirian dari Notaris

4. Ijin Operasional dari Dinas Pendidikan Kab Bandung.

       Taman baca Pak Bambang dikelola dengan baik. Hingga kebermanfaatannya juga benar-benar dirasakan olah warga sekitar. Dari sanalah taman baca yang diprakarsai  Pak Bams mendapat penghargaan dari Pemda Kab. Bandung. Beberapa ada Dari  dinstansi lain. Beberpa penghargaan diarih, salah satunya diberikan oleh Bupati Bandung, Dadang Naser Sabilulungan Award.

                                                          

       Salwa dan bapak bupati, dalam acara penerimaan pengargaan. 

       Kebahagian menghadirkan buku kepada orang lain yang dirasakan Mr. Bams. Merupakan kebahagian yang  pernah dirasakan juga kala mendapatkan kado istimewa dari gramedia berupa ratusan buku anak untuk perpustakaan sekolah. Buku yang mahal itu bagi mereka adalah kebahagiaan. Dunia menjadi demikian luas, cakrawala pengetahuan menjadi hebat untuk dijelajahi dari buku. Karenanya, jika kita masih bertekad menghadirkan kebahagian dari tulisan maka mulai dari sekarang membaca menulis, berkarya, membuat buku yang berdaya menguatkan karakter, agar  menjadikan manusia yang bermanfaat.

 Kata kunci dari saya   “ Kebaikan akan menuai keberkahan. Berbagi tiada henti mewujudkan manusia sejati yang memiliki karakter berbudi luhur lebih dekat pada  Ilahi Rabby”. Selamat berkarya Mr.Bams anak negeri selalu menantimu.

Kamis, 04 Februari 2021

Rahasia Menemukan Ide Menulis

 

Rahasia Menemukan Ide Menulis

Belajar Menulis Gelombang 17

·                     Pertemuan Keempatbelas  : Rabu,  Februari 2021

·                     Waktu                                   : 19:00 s/d 21:00 WIB

·                     Pemateri                              : Agus Sampurno

·                     Topik                                    : Ide dalam menulis

·                     Peresume                               : Sri Marwaningsih

 


Malam terasa dingin disertai curahan hujan mengalir dipermukaan bumi, tak menyurutkan niat selalu menyimak dan mengikuti pelatihan menulis di kelas onlien. Tak tersa malam ini pertemuan ke 14 pelatihan belajar menulis bersama Omjay dan PGRI.Tema yang diambil sangat menarik yaitu "Ide Dalam Menulis". Dipandu Mr. Bams, acara dibuka dengan doa agar  berjalan lancar serta mendapat keberkahan. Narasumber malam ini jauh-jauh dihadirkan dari Sorowako, Sulawesi Selatan, yaitu pak Agus Sampurno.

Aktifitas Pak Agus saat ini sebagai Education specialist sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako Sulawesi Selatan. Tahun 2015 sampai Oktober 2020 beliau adalah Konsultan sekolah dan project leader pada Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach Jakarta. (Tahun 2018) menjadi Master Trainer Sertifikasi BNSP.

Prestasi yang sudah pernah beliau torehkan antara lain :

1. Tahun 2009 mendapat penghargaan Blog Pendidikan terbaik Detik.com

2. Tahun 2010 menjadi guru Microsoft Indonesia Innovative Educators

3. Tahun 2011 mendapat anugerah Guru Era Baru oleh Acer Indonesia

4. Tahun 2012 mendapat penghargaan blog terbaik dari  Deutsche Welle Germany 

5. Tahun 2014 menjadi  Penulis Buku Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T)

6. Sejak tahun 2014 menjadi Pengkaji Naskah Pustekkom Jakarta dan juri pada event yang diselenggarakan  KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)  juri pada lomba inovasi pembelajaran TK-SMA.

Itulah beberapa penghargaan yang Beliau raih selama ini. Setelah menyampaikan profil dan penghargaan yang diraih oleh Pak Agus, Mr. Bams menyerahkan acara sepenuhnya kepada Pak Agus untuk memaparkan materi tentang ide dalam menulis.  

Ada 13 poin penting  tentang “Ide dalam Menulis.”
1.
90 % ide tulisan muncul ketika kita tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan mengenai tulisan kita. Selanjutnya 10 % keberhasilan menulis baru mengenai seberapa kita konsisten dalam menulis. Artinya ide betul-betul memegang peranan penting dalam proses menulis


2. Menulis dengan hati, mengedit dengan pikiran. Menulis dengan hati riang dan tanpa beban, pesan yang kita tulis akan sampai ke hati pembaca.
Setelah kita tulis dengan sepenuh hati lalu mengedit tulisan agar enak dibaca serta mengindari typo (salah tulis)

3. Jangan menghakimi diri sendiri bahwa tulisan kita jelek, tidak bagus, dan tidak berharga. Karena apa yang kita tulis meskipun sederhana mungkin bagi sebagian orang itu bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga dan menjadi hal yang luar biasa. Percayalah dengan kekuatan tulisan kita sendiri  mampu menjadi inspirasi bagi orang lain.


4. Mengedit tulisan. Saat kita sedang menulis, hindari tahapan edit. Tulislah dahulu semua ide yang berserak. Setelah naskah jadi, barulah kita masuk tahapan edit tulisan untuk menghindari typo (salah ketik) dengan berpedoman pada kitab PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).


5. Sederhanakan pesan, buatlah tulisan yang menarik dan menyenangkan, sehingga menarik minat pembaca.


6. Menulis dengan baik berarti berpikir dengan baik. Rubah Main
dset kita bahwa menulis itu mudah dan tidak sulit. Hal yang harus dilakukan adalah dengan menulis ulang artinya memikirkan ulang ide tulisan Anda (David Perell).


7. Jadikan tulisan awal Anda seperti air kotor yang akan semakin jernih apabila terus disaring dengan terus berlatih menulis setiap hari.
Penulis pemula menulis tidaklah sejernih tulisan penulis ahli. Maka berlatih terus tiada jemu agar menemukan tulisan sejernih air salju di gurun Sahara.


8. Pisahkan kegiatan mencari ide dan menulis. Carilah ide sebanyak-
banyaknya. Saat ide sudah didapat, coba tuliskan ide itu satu persatu. Lekaslah menulis selagi ide datang menantang dibenak pikiran.

9. Sebelum kita memposting tulisan, sebaiknya periksa dahulu. Edit dan sempurnakanlah artikel kita untuk menghindari kesalahan ejaaan, tanda baca, atau merusak makna.


10.
Terus berlatih membuat judul yang menarik. Ada 5 tips dalam membuat judul supay menarik pembaca (5 Persuasive Words That Controls Minds) :

 

1. You

2. Free

3. New

4. Now

5. Secret

 

Gunakan kata kata diatas dalam elemen judul yang ingin dibuat tulisan.

1. Anda

2. Bebas atau gratis 

3. Baru atau terkini

4. Sekarang 

5. Rahasia

Contoh judul :

1. Tips bagi anda, guru kreatif dalam menaklukan kelas yang pasif selama PJJ

2. Gratis untuk anda, resep membuat video pembelajaran yang memukau siswa

3. Aplikasi terkini pembelajaran jarak jauh

4. Temukan sekarang, 10 penyebab murid malas saat pembelajaran jarak jauh.

5. Tujuh rahasia guru yang dirindukan siswanya saat PJJ


11. Konsistenlah dalam menulis. Jangan menunggu waktu luang, melainkan luangkanlah waktu untuk menulis.


12. Lakukan ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Untuk penulis pemula hal ini cukup ampuh untuk mendapatkan style passion gaya tulisan kita sendiri. Nothing new under the sun’s artinya di dunia ini sebenanya tidak ada yang sama sekali baru.


13. Menjadi pribadi yang unik atau punya branding sendiri.
Setiap orang  tentu memiliki keunikan dalam segala kehidupan. Cirik khas inilah yang harus dikembangkan dan ditularkan kepada orang lain. Semakin dibagi semakin tak terbatas kata Ibu Eva Hariyati pemateri terdahulu.

Demikian materi yang bisa kita jadikan ide dalam membuat sebuah tulisan. Hasilnya akan menjadi tulisan  indah dibaca . Sebagai pedoman penulis pemula berbuah karya nyata adanya. Di dunia ini penuh kemungkinan wujudkan impian menjadi mungkin terjadi. Sering Berbagi agar hidup ini tidak merugi.Tatap masa depan penuh harapan. Semoga apa yang kita inginkan bisa terwujud nyata.

Selasa, 02 Februari 2021

Konsisten Menulis menjelma buku

 

Konsisten Menulis menjelma buku

 Belajar Menulis Gelombang 17

·                     Pertemuan Ketigabelas  : Senin, 1 Februari 2021

·                     Waktu                              : 19:00 s/d 21:00 WIB

·                     Pemateri                         : Wijaya Kusuma, M.Pd

·                     Topik                               : Komitmen Menulis di Blog

·                     Peresume                          : Sri Marwaningsih

 

 


    

Membaca kiriman Fleyer dari bapak Brian bahwa kuliah onlien malam ini memasuki pertemuan ke 13 pelatihan belajar menulis bersama Omjay dan PGRI pada hari Senin, tanggal 1 Februari 2021.Narasumber hebat menghadirkan bapak Dedi Dwitagama dan moderator yang tak asing bagi kita adalah Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd.

 Materi kuliah mengusung tema “Komitmen Menulis di Blog”. Tema tersebut menantang jiwa ini untuk selalu bergerak konsisten belajar menulis hingga tuntas habis terlahap dengan nikmatnya bagaikan makan lauk panggang ikan tak ingat kawan dan lawan. Seperti maju perang menjadi panglima yang paling handal . Eet tunggu dulu perang apa hayo tebak kawan. Perang di sini melawan hawa nafsu enggan menulis karena kesibukkan dari pagi hingga menjelang tidur. Keengganan rasa malas kantuk inilah harus diperangi dengan niat konsisten didepan laptop sambil menunggu paparan dari narasumber. Menyiapkan alat tulis “blog” sebagai alat rekam ajaib kata”Ibu Aam berseloroh kepada para peserta di kelas onlien ini.

Saya menanti narasumber hadir di kelas. Omjay membuka dan menyapa kami penuh kehangatan melalui WAG. Sebelum beranjak pada materi, Omjay membagikan link Lomba Blog PGRI Bulan Februari 2021 yang berisi tentang tantangan menulis selama 28 hari (1 bulan) https://terbitkanbukugratis.id/wijaya/01/2021/lomba-blog-pgri-di-bulan-februari-2021/ Lomba ini benar-benar menguji dan memberi kesempatan pada peserta untuk mengikutinya. Setiap hari harus menulis apa saja yang disukai dan dikuasi. Mental untuk tetap berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam hal menghasilkan tulisan. Acara yang sedianya akan mendatangkan Pak Dedi Dwitagama sebagai narasumber, karena beliau berhalangan maka dengan  siap siaga  Omjay menggantikan pak Dedi untuk menyampaikan materi.

Omjay berpesan, setelah mengikuti perkuliahan malam ini, peserta diharapkan membuat resume hasil karya sendiri, bukan hasil jiplakan karya orang lain. Tujuannya agar tiap peserta memiliki ciri khas sendiri. Jika nantinya tulisan tersebut menjelma menjadi buku, akan lahir karya yang enak dibaca.

 

Kegiatan membaca dan menulis merupakan 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanyan harus berjalan beriringan dan dilakukan secara terus menerus. Jika dilakukan secara konsisten, maka akan menjadi sebuah kebutuhan, sama halnya makan dan minum yang dilakukan setiap hari.

 

Membaca dan menulis ibarat makan dan minum setiap hari kita lakukan. Jika kita lapar dan haus maka makan dan minumlah, jika kita ingin hidupnya bermakna dan dikenang sepanjang masa maka membaca dan menulislah. Menulislah setiap hari buktikan apa yang terjadi. Motivasi yang sangat ampuh untuk melawan enggan yang selalu menyelimuti diri.

 

Omjay teringat sosok teman sekaligus sahabat beliau yaitu pak Dian Kelana. Sebelum berpulang, beliau mendaulatkan  dirinya untuk dunia pendidikan di Indonesia dengan membuat satu buah buku dan menulis artikel di blog YPTD. Beliau juga memiliki prinsip hidup "Jadilah manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain serta apa yang dilakukan sebagai ladang amal", Prinsip hidup ini senada dengan Hadits Rasulullah SAW Yang Artinya “ Apabila seorang manusia meninggal (mati) maka semua amalannya terputus kecuali tiga hal yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang selalu mendoakannya” (HR.Muslim).

Sungguh mulia semboyan hidup Omjay berbagi ilmu tak kenal lelah dengan harap akan terbayar kelak kemudian hari mendulang pahala surga Firdaus yang akan di nanti. Semoga Allah SWT mendengar niat baik dari hamba seperti Omjay dan narasumber hebat lainnya. Orang-orang terbaik di PGRI yang telah dipanggil lebih dulu menghadap sang Khaliq, diterima segala amal ibadahnya di tempat terbaik di sisi-Nya surga sesuai amal yang dilakukan di dunia ini.

 Beliau pun dengan suka hati membagi trik untuk menjaga konsisten dalam menulisAda beberapa trik dari Omjay untuk menjaga konsistensi dalam menulis  yaitu :

1. Jadikan menulis sebagai kebutuhan, seperti makan dan minum

Sama halnya makan dan minum, yang merupakan kebutuhan sehari-hari, maka jadikanlah menulis sebagai kebutuhan. Anggap saja kita akan merasa larap dan haus jika sehari tidak menulis. Menulislah setiap hari. Seperti Omjay menuliskannya setiap hari dan menjelma menjadi buku dengan judul catatan harian seorang guru blogger.

 

2. Pergi keluar rumah untuk mendapatkan ide

Ide dalam menulis harus kita ciptakan sendiri dan tak perlu menunggu ide datang. Banyak sekali tempat untuk mendapatkan ide tulisan. Jangan hanya terpaku di rumah saja. Jalan, kebun, sawah, taman atau bahkan kuburan bisa dijadikan ide untuk bahan tulisan kita. Membaca tulisan orang lain juga dapat mendatangkan ide.

 

3. Ciptakan sendiri ide

Ide harus kita ciptakan sendiri dengan cara melihat, mendengar, dan merasakan semua yang kita lakukan saat itu. Jadi jangan menunggu ide itu datang. Datangi dan temukan.

 

4. Tuliskan apa yang ada di kepala

Setelah kita mengalami dengan cara melihat, mendengar dan merasakan, maka ide-ide tersebut akan muncul di kepala kita. Maka segera tuliskan apa saja yang ada di pikiran kita. Jangan ditunda, segera tuliskan. Tuangkan ide itu di blog kita masing-masing.

 

5. Tuliskan segera

Ketika ide-ide tersebut sudah muncul di kepala kita, segera tuliskan. Jangan ditunda, jangan menunggu nanti. Kita dapat menuliskannya pada blog yang kita punya.

 

6. Cukup menulis 3 alenia saja

Menulis itu tidak usah terlalu banyak, kata Om Jay cukup 3 alenia saja yaitu pembuka, isi dan penutup. Pembuka dapat berisa sapaan pada para pembaca, untuk isi kita dapat menceritakan cerita atau berita yang akan kita bagikan, sedangkan penutup berisi kalimat yang membuat penasaran pembaca.

 

7. Kalahkan rasa malas

Ini yang tidak kalah penting dan merupakan kunci dari komitmen dan konsistensi menulis yaitu mengalahkan rasa malas. Rasa malas sering timbul karena habisnya ide untuk dijadikan bahan tulisan. Jika rasa malas menghantui, kita dapat menepisnya dengan menerapkan trik kembali pada nomor 1.

 Omjay juga memberikan pesan agar tulisan kita memiliki ciri khas yaitu:

Ø      -Pertahankan gaya menulis kita serta jangan terpengaruh dengan gaya menulis orang lain. 

Ø  -Banyak membaca tulisan orang lain, serta banyak berlatih menulis tentang apa yang dikuasai dan disukai maka akan mengalir dengan derasnya ide-ide cemerlang yang kita punyai.

Demikian materi paparan Omjay malam ini semoga tertarik menerima tantangan ini penuh antusias. Berkomitmen dan konsisten dalam mengahsilkan tulisan. Ingatlah selalu trik yang sering didengungkan Omjay, "Menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi". Marilah enyahkan rasa malas diri semangat terus berkarya selalu menginspirasi wujudkan ide jadi kenyataan.

 

Tips Guru Berbagai Menulis dan Meneliti

Tips Guru Berbagai  Menulis dan Meneliti Belajar Menulis Gelombang 17 ·                      Pertemuan Ke -24 : Jum’at , 26 Februari 202...