Pelatihan menulis gelombang 17.
Di resume oleh Sri Marwaningsih.
·
Pertemuan
Keenam : Jum'at, 15 Januari 2021
·
Waktu
: 19:00 s/d 21:00 WIB
·
Pemateri
: Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD
·
Moderator
: Sucipto Ardi
·
Topik
: Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Milenial
Dengan bergulirnya
waktu terus melaju tiada terasa sudah menuju pertemuan ke enam kelas belajar
menulis PGRI yang diprakarsi oleh Omjay berjalan dua minggu. Apa yang sudah
saya dapatkan belum mendapatkan hasil yang berarti dalam tulis menulis. Ibarat
air laut yang dalam semakin diminum semakin haus berkepanjangan tiada
mengilangkan dahaga.
Hamparan laut luas
tiada bertepi harus dari mana saya mulai menulis. Refleksi demi refleksi menata
diri menggapai asa dalam fatamorgana. Penulis pemula dihantui rasa tak menentu
jika dibanding teman-teman blogger hebat menginspirasi. Menjelajahi blog satu
demi satu alangkah indah nan rapi tulisan berjajar menyelipi gambar, foto,
Link, Video beraneka ragam aktifitas telah dilakukan. Menggeliat hati,pikiran
mata tangan segera bergerak secepat kilat menggapai kayboad leptop berusaha
menuangkan ide gagasan pikiran merangkai kata kalimat hingga paragaraf.
Kelas latihan menulis malam ini selalu dibuka oleh Omjay menyapa peserta
penuh antusias tiada terbatas. Di temani moderator sang motivator bapak Sucipta
Ardi, dengan narasumber segudang prestasi mengukir mahakarya menulis
event-event perlombaan pemenang sang pejuang di medan laga. Beliau pengalaman
hebat alumni kelas menulis gelombang ke 4. Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd.berasal
dari Kuningan yang telah menetap di Sumba Tengah NTT. Profilnya, klik tautan atau link berikut. https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html. Suara khas ibu Tere mengalun merdu penyejuk hati peneduh jiwa bagi orang yang
haus ilmu literasi di blog . Ibu Tere menyapa kami dengan sebutan bapak ibu
guru hebat, bangkitlah semangat ini dengan sapaan ibu tersebut.
Malu rasanya diri ini yang papa ilmu
literasi. Ibu Tere menyampaikan tentang manfaatkan blog yang dimiliki masing-masing
sebagai rumah penyiman harta kekayaan literasi. Saling kunjung blog meramaikan blog
merupakan alat penajam ide gagasan tercurah melimpah ruah dalam benak pikiran
kita masing-masing. Ibu Tere sapaan harian di tempat tugas dan bernaung
bercekrama bersama keluarga. Teringat nama Tere ditambah Liya pengarah novel
terkenal. Teringat pula paparan beliau mengakar menghunjam dibenak sanubari
saya tentang blog. Pendidik Zaman
milenial dituntut harus mampu memanfaatkan media digital modern.
Pemateri akan
menyampaikan tentang Blog sebagai identitas digital bagi guru milenial.
Mengawali kegiatan Bu Tere mengajak peserta untuk berselancar, kita Browsing
melalui Google crome dan coba ketik Cikgu Tere atau Theresia Sri Rahayu.
Silahkan peserta amati browsing tersebut! Pasti yakin peserta akan banyak
menemukan hasil pencarian tentang Bu tere. Tetapi ada yang spesifik
tentang Bu Tere. Ibu termasuk guru muda berprestasi.
Penulis dan guru Blogger. Dengan tema “Blog sebagai Identitas Digital
bagi Guru Milenial”
Menurut Bu Tere, seorang guru blogger ketika ia
berkomunikasi dengan pembacanya ia akan cenderung menggunakan kata
“Bapak/Ibu guru, anak-anak.” Karena ia sadar bahwa ia seorang guru blogger, hal
ini menandakan bahwa ia merasa bahwa blog merupakan identitas digital yang
dimiliki. Apabila blog kita sudah menjadi identitas digital, tentunya blog yang
kita miliki harus mencerminkan karakter atau sikap-sikap yang baik.
Untuk itu kita harus meningkatkan
konten-konten yang baik di blog yang dimiliki. Menurut Bu Tere untuk
membuat konten digital yang baik, maka perlu memahami terlebih dahulu
tentang kompetensi digital. Apa itu kompetensi digital? Dalam kontek Pendidikan
kompetensi digital adalah penggunaan teknologi dengan cara yang meyakinkan,
tepat dan aman untuk menyampaikan tujuan pembelajaran dan Pendidikan. Menurut
Digcom 2.0, Eueropean Commission (2015) salah satu kompetensi digital
yang perlu dikembangkan adalah kemampuan untuk menciptakan konten digital,
dalam hal ini adalah konten blog yang menarik dan berkualitas.
Pemateri bertanya kepada
peserta bagaimana cara membuat konten blog yang menarik dan berkualitas?
Berikut tips membuat konten blog yang menarik dan berkualitas :
1. Hindari Plagiasi (buat
konten yang orisinil).
Konten yang kita buat adalah asli buatan kita
tanpa menjiplak dari pihak manapun. Apabila konten yang kita tulis adalah plagiasi,
maka orang yang mempunyai tulisan kita pastinya tidak akan diam. Apabila
mengambil istilah atau tulisan orang lain sebaiknya disertakan sumbernya,
supaya merujuknya jelas.
- Mudah dipahami dan diterapkan
Siapa saja yang membaca akan lebih enjoy
membaca dari awal sampai akhir huruf atau tanda baca yang kita pakai, apabila
yang kita tuliskan adalah sesuatu yang sangat mudah dipahami dan diterapkan
atau dilakukan.
- Tulislah Konten yang Singkat,
Padat, dan Jelas.
Konten yang kita tulis pada blog yang pasti
tidak bertele-tele. Maksudnya to the point langsung pada
maksud atau pokok bahasan dari tulisan tersebut, biar tidak terkesan
mengada-ada.
- Kombinasikan tulisan dengan
gambar atau video
Tulisan tersebut apabila hanya tulisan saja
yang ada pada blog sangatlah membosankan bagi pembacanya. Sehingga perlu
diselingi oleh gambar atau video di dalamnya. Visual pembaca akan lebih
tertarik dengan variasi yang lain bukan hanya tulisan, supaya tidak terkesan
monoton.
- Buatlah Konten Up To Date
Up To Date maksudnya adalah sesuatu yang
gencar dibahas, dibicarakan, dicari orang untuk dipelajari ataupun dimengerti.
Konten yang kekinian sangat dibutuhkan orang. Sebelum menulis sebaiknya kita pikirkan dulu tranding topic saat ini apa,
dengan demikian pengunjung dari blog kita akan banyak.
- No Hoax (Saring sebelum
sharing)
Jangan sampai menulis sesuatu di blog kita
sesuatu yang hoax. Berita hoax adalah menyesatkan. Apalagi kita sebagai
pendidik, seharusnyalah kita saring segala sesuatu yang mau kita tulis atau
kita akan jadikan konten di dalam tulisan kita. Setelah sudah benar-benar benar
apa yang kita tulis baru bisa kita sharingkan atau dipublikasikan. Sehingga
konten kita bersih dari yang namanya hoax.
- Ciptakanlah Engaging Content
Tulisan yang kita tulis berkesinambungan,
runtut dan pastinya menarik untuk siapa saja ingin membacanya. Dengan demikian
pengunjung di blog akan banyak. Supaya menarik konten diberikan judul yang
semenarik mungkin. Berikut adalah tautan untuk menggali judul yang menarik. https://www.cikgutere.com/2020/03/lima-judul-tulisan-yang-menarik-minat.html.
- Lakukan Swa editing ntuk
menghindari Typo
Ketika kita sebagai guru menulis sebuah
artikel, tentunya kita juga harus menerapkan kaidah PUEBI yang tepat. Terutama
terkait ejaan dan tanda baca. Swa editing menjadi penting karena akan membantu
pembaca memahami tulisan yang kita buat. Dengan cara meminimalisir kesalahan
penulisan.
Delapan
poin trik untuk membuat konten dalam blog yang kita buat ini penting untuk kita
pahami dan kita lakukan. Dengan demikian konten kita akan menjadi lebih bagus
dan akan banyak pengunjung.
Kita patut bersyukur
sebagai guru, kita sudah dibekali dengan kemampuan yang lebih, yaitu keihklasan
untuk membagikan ilmu yang kita miliki. Sama halnya ketika kita
memilih untuk menjadi seorang blogger, maka hendaknya kita membagikan tulisan -
tulisan yang sesuai dengan identitas kita tersebut. Kita bisa menggunakan blog
untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Namun, perlu
kesepakatan kelas dulu. Terutama terkait kesiapan guru, siswa, dan orang tua.
Guru harus memastikan, apakah siswa dapat mengakses blog dengan baik dari segi
jaringan, kemudian apakah siswa sudah mampu mengakses google drive yang nanti
mungkin akan sering digunakan guru untuk menambahkan link tertentu. Jika sudah
siap, maka blog dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Untuk dapat
memaksimalkannya, terlebih dahulu merancang RPP daring atau kombinasi yang di dalamnya terdapat aktivitas pembelajaran
siswa dapat mengakses sumber belajar yang sudah
disediakan guru di dalam blog. Dengan mengacu pada KD, Indikator dan tujuan
pembelajaran. Kemudian setelah itu baru dapat memaksimalkan media pembelajarannya
dengan membagikan link blog tersebut kepada siswa. Bahkan bisa juga kepada guru
lain atau di akun media sosial agar menjadi inspirasi bagi guru dan siswa yang
lain.
Masa pandemic membawa berkah karena guru di
masa pandemi kali ini harus belajar memanfaatkan teknologi. Mau tidak mau kita
dipaksa untuk mau. Termasuk belajar membuat blog, membuat video pembelajaran,
memanfaatkan google classroom dan WhatsAap juga. Untuk memaksimalkan potensi
blog yang kita miliki sebagai media pembelajaran, tentunya kita harus
menerapkan model pembelajaran inovatif. Salah satunya yaitu Blended Learning.
Ada kombinasi pembelajaran di sini. Peserta didik tidak hanya belajar melalui
buku ajar yang mereka dapatkan dari perpustakaan tetapi mereka juga mendapatkan
materi dari blog yang kita punya. Di bawah ini adalah tautan materi
pembelajaran yang di share oleh Cikgu Tere yang sudah mencapai 2007 viewers
pada bulan April 2020. Saat Bulan Maret, trending topiknya adalah Belajar dari
Rumah, sehingga ketika beliau menulis artikel ini, views nya mencapai ribuan
orang. https://www.cikgutere.com/2020/04/download-gratis-materi-belajar-di-rumah.html.
Ketika kita mengefektifkan blog maka niat kita
apa. Semisal ingin memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran, atau saya
ingin mendapatkan bayaran dari blog, atau saya ingin menuai prestasi dari blog.
Apabila memilihnya ingin menuai prestasi dari blog, maka, sejak sekarang, harus
melatih keterampilan menulis di blog agar semakin banyak jam terbang.
Selanjutnya ikut lomba - lomba menulis. Sehingga niat tersebut tercapai.
Selanjutnya disebut "niche". Hal ini penting juga, karena akan
membantu kita sebagai penulis sekaligus pembaca kita untuk lebih fokus dan
mendalami suatu topik. Misalnya blog saya tentang
pendidikan. Maka konten di dalamnya tidak ada yg di luar pendidikan. Sebagai
referensi untuk menentukan niche, bisa membaca tentang personal branding. Di
bawah ini adalah resume materi yg disampaikan oleh Pak Agus Sampurno.
https://www.cikgutere.com/2020/03/personal-branding-memang-penting.html
Cikgu
Tere sungguh luar biasa, ada pertanyaan besar dalam benak ini. Apakah bisa saya
sebagai guru blogger pemula melaksanakan apapun yang sudah dipaparkan. Semakin
minder dan tidak percaya diri saat ini. Paparan dari awal sampai akhir sungguh
luar biasa.
Jangan pesimis jika ada kritikan tajam
dan tidak ada pengunjung di blog. Teruslah menulis apa saja sebagai profesi
pendidik tetap optimis di blog. Menulislah hal-hal yang aktual sedang
berkembang saat ini. Masalah yang sedang
dicari diburu orang bagaimana trik dan tip menyelesaikan masalah. Yakinlah apa
yang kita usahakan lambat laon pasti membuahkan hasil yang lezat manis untuk
dinikmati.
Jujur saya sebagai pendidik mengenal blog
bergabung di dalam blog ketika pelatihan menulis PGRI yang diprakarsai Omjay
beserta teman-teman narasumber moderator hebat luar biasa di kelas ini. Terimakasih Omjay dan teman-teman
panitia narasumber penginspirasi saya yang selalu haus akan ilmu seperti ini.
Demikianlah materi yang dapat dipetik malam ini kita jadikan pedoman
sebagai penulis pemula mari saling memotivasi bangkit bersama menuju cita-cita
menggapai penulis yang bisa diterbitkan oleh penerbit mayor. Berilaturahmi akan
menginspirasi menuangkan ide apa saja yang kita sukai dan kuasi. Menulislah
setiap hari buktikan apa yang terjadi. Semakin dibagi semakin tak terbatas. Hal
itu menginspirasi saya menulis dengan sepenuh hati.
Sri Marwaningsih
Semangatt ibu
BalasHapusMasyaAllah, tulisan yang luar biasa. semangat berkarya, semangat menginspirasi
BalasHapus