Minggu, 17 Januari 2021

Blog Wadah Guru Inovatif

 

Pelatihan menulis gelombang 17.

Di resume oleh Sri Marwaningsih.

·                     Pertemuan Keenam : Jum'at, 15 Januari 2021

·                     Waktu : 19:00 s/d 21:00 WIB

·                     Pemateri : Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD

·                     Moderator : Sucipto Ardi

·                     Topik : Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Milenial

 

                            


Dengan bergulirnya waktu terus melaju tiada terasa sudah menuju pertemuan ke enam kelas belajar menulis PGRI yang diprakarsi oleh Omjay berjalan dua minggu. Apa yang sudah saya dapatkan belum mendapatkan hasil yang berarti dalam tulis menulis. Ibarat air laut yang dalam semakin diminum semakin haus berkepanjangan tiada mengilangkan dahaga.

Hamparan laut luas tiada bertepi harus dari mana saya mulai menulis. Refleksi demi refleksi menata diri menggapai asa dalam fatamorgana. Penulis pemula dihantui rasa tak menentu jika dibanding teman-teman blogger hebat menginspirasi. Menjelajahi blog satu demi satu alangkah indah nan rapi tulisan berjajar menyelipi gambar, foto, Link, Video beraneka ragam aktifitas telah dilakukan. Menggeliat hati,pikiran mata tangan segera bergerak secepat kilat menggapai kayboad leptop berusaha menuangkan ide gagasan pikiran merangkai kata kalimat hingga paragaraf.

Kelas latihan menulis malam ini selalu dibuka oleh Omjay menyapa peserta penuh antusias tiada terbatas. Di temani moderator sang motivator bapak Sucipta Ardi, dengan narasumber segudang prestasi mengukir mahakarya menulis event-event perlombaan pemenang sang pejuang di medan laga. Beliau pengalaman hebat alumni kelas menulis gelombang ke 4. Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd.berasal dari Kuningan yang telah menetap di Sumba Tengah NTT. Profilnya, klik tautan atau link berikuthttps://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html. Suara khas ibu Tere mengalun merdu penyejuk hati peneduh jiwa bagi orang yang haus ilmu literasi di blog . Ibu Tere menyapa kami dengan sebutan bapak ibu guru hebat, bangkitlah semangat ini dengan sapaan ibu tersebut.

 Malu rasanya diri ini yang papa ilmu literasi. Ibu Tere menyampaikan tentang  manfaatkan blog yang dimiliki masing-masing sebagai rumah penyiman harta kekayaan literasi. Saling kunjung blog meramaikan blog merupakan alat penajam ide gagasan tercurah melimpah ruah dalam benak pikiran kita masing-masing. Ibu Tere sapaan harian di tempat tugas dan bernaung bercekrama bersama keluarga. Teringat nama Tere ditambah Liya pengarah novel terkenal. Teringat pula paparan beliau mengakar menghunjam dibenak sanubari saya tentang blog. Pendidik  Zaman milenial dituntut harus mampu memanfaatkan media digital modern.

         Pemateri akan menyampaikan tentang Blog sebagai identitas digital bagi guru milenial. Mengawali kegiatan Bu Tere mengajak peserta untuk berselancar, kita Browsing melalui Google crome dan coba ketik Cikgu Tere atau Theresia Sri Rahayu. Silahkan peserta amati browsing tersebut! Pasti yakin peserta  akan banyak menemukan hasil pencarian tentang  Bu tere. Tetapi ada yang spesifik tentang Bu TereIbu termasuk guru muda berprestasi. Penulis dan guru Blogger. Dengan tema “Blog sebagai Identitas Digital bagi Guru Milenial” 

          Menurut Bu Tere, seorang guru blogger ketika ia berkomunikasi  dengan pembacanya ia akan cenderung menggunakan kata “Bapak/Ibu guru, anak-anak.” Karena ia sadar bahwa ia seorang guru blogger, hal ini menandakan bahwa ia merasa bahwa blog merupakan identitas digital yang dimiliki. Apabila blog kita sudah menjadi identitas digital, tentunya blog yang kita miliki harus mencerminkan karakter atau sikap-sikap yang baik. 

           Untuk itu kita harus meningkatkan konten-konten yang baik di blog yang dimiliki. Menurut Bu Tere  untuk membuat konten digital yang baik,  maka perlu memahami terlebih dahulu tentang kompetensi digital. Apa itu kompetensi digital? Dalam kontek Pendidikan kompetensi digital adalah penggunaan teknologi dengan cara yang meyakinkan, tepat dan aman untuk menyampaikan tujuan pembelajaran dan Pendidikan. Menurut Digcom 2.0, Eueropean Commission (2015)  salah satu kompetensi digital yang perlu dikembangkan adalah kemampuan untuk menciptakan konten digital, dalam hal ini adalah konten blog yang menarik dan berkualitas. 

        Pemateri bertanya kepada peserta bagaimana cara membuat konten blog yang menarik dan berkualitas? Berikut tips membuat konten blog yang menarik dan berkualitas : 

1.        Hindari Plagiasi (buat konten yang orisinil).

  Konten yang kita buat adalah asli buatan kita tanpa menjiplak dari pihak manapun. Apabila konten yang kita tulis adalah plagiasi, maka orang yang mempunyai tulisan kita pastinya tidak akan diam. Apabila mengambil istilah atau tulisan orang lain sebaiknya disertakan sumbernya, supaya merujuknya jelas.

  1. Mudah dipahami dan diterapkan

Siapa saja yang membaca akan lebih enjoy membaca dari awal sampai akhir huruf atau tanda baca yang kita pakai, apabila yang kita tuliskan adalah sesuatu yang sangat mudah dipahami dan diterapkan atau dilakukan.

  1. Tulislah Konten yang Singkat, Padat, dan Jelas.

Konten yang kita tulis pada blog yang pasti tidak bertele-tele. Maksudnya to the point langsung pada maksud atau pokok bahasan dari tulisan tersebut, biar tidak terkesan mengada-ada.  

  1. Kombinasikan tulisan dengan gambar atau video

Tulisan tersebut apabila hanya tulisan saja yang ada pada blog sangatlah membosankan bagi pembacanya. Sehingga perlu diselingi oleh gambar atau video di dalamnya. Visual pembaca akan lebih tertarik dengan variasi yang lain bukan hanya tulisan, supaya tidak terkesan monoton.

  1. Buatlah Konten Up To Date

Up To Date maksudnya adalah sesuatu yang gencar dibahas, dibicarakan, dicari orang untuk dipelajari ataupun dimengerti. Konten yang kekinian sangat dibutuhkan orang. Sebelum menulis sebaiknya kita pikirkan dulu tranding topic saat ini apa, dengan demikian pengunjung dari blog kita akan banyak.

  1. No Hoax (Saring sebelum sharing)

Jangan sampai menulis sesuatu di blog kita sesuatu yang hoax. Berita hoax adalah menyesatkan. Apalagi kita sebagai pendidik, seharusnyalah kita saring segala sesuatu yang mau kita tulis atau kita akan jadikan konten di dalam tulisan kita. Setelah sudah benar-benar benar apa yang kita tulis baru bisa kita sharingkan atau dipublikasikan. Sehingga konten kita bersih dari yang namanya hoax.

  1. Ciptakanlah Engaging Content

Tulisan yang kita tulis berkesinambungan, runtut dan pastinya menarik untuk siapa saja ingin membacanya. Dengan demikian pengunjung di blog akan banyak. Supaya menarik konten diberikan judul yang semenarik mungkin. Berikut adalah tautan untuk menggali judul yang menarik. https://www.cikgutere.com/2020/03/lima-judul-tulisan-yang-menarik-minat.html.

  1. Lakukan Swa editing ntuk menghindari Typo

Ketika kita sebagai guru menulis sebuah artikel, tentunya kita juga harus menerapkan kaidah PUEBI yang tepat. Terutama terkait ejaan dan tanda baca. Swa editing menjadi penting karena akan membantu pembaca memahami tulisan yang kita buat. Dengan cara meminimalisir kesalahan penulisan.

Delapan poin trik untuk membuat konten dalam blog yang kita buat ini penting untuk kita pahami dan kita lakukan. Dengan demikian konten kita akan menjadi lebih bagus dan akan banyak pengunjung.

Kita patut bersyukur sebagai guru, kita sudah dibekali dengan kemampuan yang lebih, yaitu keihklasan untuk membagikan ilmu yang kita miliki. Sama halnya ketika kita memilih untuk menjadi seorang blogger, maka hendaknya kita membagikan tulisan - tulisan yang sesuai dengan identitas kita tersebut. Kita bisa menggunakan blog untuk  dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Namun, perlu kesepakatan kelas dulu. Terutama terkait kesiapan guru, siswa, dan orang tua. Guru harus memastikan, apakah siswa dapat mengakses blog dengan baik dari segi jaringan, kemudian apakah siswa sudah mampu mengakses google drive yang nanti mungkin akan sering digunakan guru untuk menambahkan link tertentu. Jika sudah siap, maka blog dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Untuk dapat memaksimalkannya, terlebih dahulu merancang RPP daring atau kombinasi yang di dalamnya terdapat aktivitas pembelajaran siswa dapat mengakses sumber belajar yang sudah disediakan guru di dalam blog. Dengan mengacu pada KD, Indikator dan tujuan pembelajaran. Kemudian setelah itu baru dapat memaksimalkan media pembelajarannya dengan membagikan link blog tersebut kepada siswa. Bahkan bisa juga kepada guru lain atau di akun media sosial agar menjadi inspirasi bagi guru dan siswa yang lain.

Masa pandemic membawa berkah karena guru di masa pandemi kali ini harus belajar memanfaatkan teknologi. Mau tidak mau kita dipaksa untuk mau. Termasuk belajar membuat blog, membuat video pembelajaran, memanfaatkan google classroom dan WhatsAap juga. Untuk memaksimalkan potensi blog yang kita miliki sebagai media pembelajaran, tentunya kita harus menerapkan model pembelajaran inovatif. Salah satunya yaitu Blended Learning. Ada kombinasi pembelajaran di sini. Peserta didik tidak hanya belajar melalui buku ajar yang mereka dapatkan dari perpustakaan tetapi mereka juga mendapatkan materi dari blog yang kita punya. Di bawah ini adalah tautan materi pembelajaran yang di share oleh Cikgu Tere yang sudah mencapai 2007 viewers pada bulan April 2020. Saat Bulan Maret, trending topiknya adalah Belajar dari Rumah, sehingga ketika beliau menulis artikel ini, views nya mencapai ribuan orang. https://www.cikgutere.com/2020/04/download-gratis-materi-belajar-di-rumah.html.

Ketika kita mengefektifkan blog maka niat kita apa. Semisal ingin memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran, atau saya ingin mendapatkan bayaran dari blog, atau saya ingin menuai prestasi dari blog. Apabila memilihnya ingin menuai prestasi dari blog, maka, sejak sekarang, harus melatih keterampilan menulis di blog agar semakin banyak jam terbang. Selanjutnya ikut lomba - lomba menulis. Sehingga niat tersebut tercapai. Selanjutnya disebut "niche". Hal ini penting juga, karena akan membantu kita sebagai penulis sekaligus pembaca kita untuk lebih fokus dan mendalami suatu topik. Misalnya blog saya tentang pendidikan. Maka konten di dalamnya tidak ada yg di luar pendidikan. Sebagai referensi untuk menentukan niche, bisa membaca tentang personal branding. Di bawah ini adalah resume materi yg disampaikan oleh Pak Agus Sampurno.

https://www.cikgutere.com/2020/03/personal-branding-memang-penting.html

                Cikgu Tere sungguh luar biasa, ada pertanyaan besar dalam benak ini. Apakah bisa saya sebagai guru blogger pemula melaksanakan apapun yang sudah dipaparkan. Semakin minder dan tidak percaya diri saat ini. Paparan dari awal sampai akhir sungguh luar biasa.

Jangan pesimis jika ada kritikan tajam dan tidak ada pengunjung di blog. Teruslah menulis apa saja sebagai profesi pendidik tetap optimis di blog. Menulislah hal-hal yang aktual sedang berkembang saat ini.  Masalah yang sedang dicari diburu orang bagaimana trik dan tip menyelesaikan masalah. Yakinlah apa yang kita usahakan lambat laon pasti membuahkan hasil yang lezat manis untuk dinikmati.

 Jujur saya sebagai pendidik mengenal blog bergabung di dalam blog ketika pelatihan menulis PGRI yang diprakarsai Omjay beserta teman-teman narasumber moderator hebat luar biasa di kelas ini. Terimakasih Omjay dan teman-teman panitia narasumber penginspirasi saya yang selalu haus akan ilmu seperti ini.

Demikianlah materi yang dapat dipetik malam ini kita jadikan pedoman sebagai penulis pemula mari saling memotivasi bangkit bersama menuju cita-cita menggapai penulis yang bisa diterbitkan oleh penerbit mayor. Berilaturahmi akan menginspirasi menuangkan ide apa saja yang kita sukai dan kuasi. Menulislah setiap hari buktikan apa yang terjadi. Semakin dibagi semakin tak terbatas. Hal itu menginspirasi saya menulis dengan sepenuh hati.

 

 

 

Sri Marwaningsih

Sragen, 15 Januari 2021

 

2 komentar:

Tips Guru Berbagai Menulis dan Meneliti

Tips Guru Berbagai  Menulis dan Meneliti Belajar Menulis Gelombang 17 ·                      Pertemuan Ke -24 : Jum’at , 26 Februari 202...