Minggu, 24 Januari 2021

Bongkar Mental Rahasia Penulis

 

Bongkar Mental Rahasia Penulis

Oleh  Sri Marwaningsih 22 Januari 2021

 


                                         

 

        Dalam hidup dan kehidupan ini penuh perjuangan dalam menggapai impian. Perjuangan itu banyak hal yang menghalangi yaitu berupa tantangan hambatan dan rintangan mengadang dalam menjalani perjuangan hidup. Maka diperlukan daya kekuatan ekstrak untuk menghadapinya.

 

       Alhamdulillah sampai saat ini masih selalu dapat mengikuti Pelatihan Belajar Menulis di hari Jum’at, tanggal 22 Januari 2021 pada pertemuan ke sembilan di kelas PGRI. Malam ini moderator Bapak Sucipto Ardi yang akrab disapa Pak Cip memandu jalannya kuliah dan diskusi kelas belajar menulis bersama Omjay dan para narasumber hebat lainnya.

 

       Moderator memperkenalakan narasumber Ibu Ditta Widya Utami dengan tema mental seorang  penulis. Tema sangat menggelitik tersentak jauh memandangnya. Menggiring saya ke lembah yang tandus gersang sejauh mata memandang. Tantangan yang harus bisa lembah tandus gersang tersebut jadi pemandangan menghijauh bertabur semerbak wewangian bunga indah nan sedap di pandang mata.Tantangan yang dimiliki dari dalam maupun dari luar. Dikerahkan sekuat tenaga untuk bangkit dari mimpi-mimpi indah jadi kenyataan.

 

              Sang moderator mempersilahkan peserta berkunjung ke link Ibu Ditta   di bawah ini https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html?m=1. Ternyata ibu berputra satu ini  juga alumni Pelatihan Belajar Menulis bersama Omjay dan PGRI gelombang ke 7 . Memiliki segudang prestasi yang luar biasa banyaknya. Tema tersebut  wajib kita simak dengan seksama.Tema  ini merupakan modal utama yang harus kita miliki  sebagai para pejuang karya. Tema materi ini adalah “ Mental seorang penulis” dengan narasumber  Ditta Widya Utami .

        Ibu Dita juga memperkenankan berselancar ke link https//:youtu.be/UkRDLmA4dUY

Berkunjung juga ke Akun Kompasiana https: https://www.kompasiana.com/ditta13718

 Dari profil blog beliau sangat aktif menulis, berikut beberapa link yang digelutinya dalam berliterasi, diantaranya:

https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html

https://dittawidyautami.blogspot.com

https://www.storial.co/book/djogja-backpacker

https://www.wattpad.com/480692862-precious-1-terdampar-di-upi

https://www.wattpad.com/794784777-mengapa-tak-kau-tanyakan-saja-tamat-mengapa-tak

          Menurut Ibu Ditta, untuk menjadi penulis handal, selain mengetahui teknik menulis. Penting bagi seorang penulis untuk memiliki jiwa dan mental yang kuat dan sehat. Mengapa demikian?Karena untuk dapat bertahan terhadap segala ujian dan tantangan dalam menulis, baik dari dalam maupun dari luar.  Sangat kita butuhkan sekali mental yang kuat, mental tahan banting. Sehingga, perlahan tapi pasti semua yang sudah kita impikan tentu akan menjadi kenyataan.

          Jika kita tengok kisah beberapa penulis tersohor baik di dalam maupun di luar negeri, ternyata banyak yang harus jatuh bangun ketika memulai karirnya sebagai seorang penulis. Namun, karena mereka (salah satu faktornya) memiliki mental yang kuat, mereka bisa bangkit kembali dan akhirnya meraih kesuksesan. Jadi, mental yang dimaksud di sini lebih kepada sebuah cara berpikir untuk dapat belajar dan merespons suatu hal. Sebagaimana yang dilakukan para penulis hebat dalam menghadapi setiap tantangan.  Berikut ini dapat digambar kan secara garis besar mental seorang penulis

 


Ada 5 hal menarik dari paparan materi Ibu Ditta tentang mental seorang penulis  adalah sebagai berikut :

1.     1. Siap konsisten

Saat kita sudah berniat meningkatkan skill menulis, maka kita harus tahu bahwa menulis adalah sebuah kata kerja. Artinya tak cukup sebatas teori tapi perlu aksi nyata untuk bergerak dan bertindak. Semua orang tentu dapat menulis, akan tetapi untuk dapat menjadi penulis hebat belum tentu dapat dilakukan, Selama kita tidak memiliki mental yang kuat. Salah satu tips untuk dapat memiliki mental yang konsisten adalah kenali diri kita, saat tantangan itu berat. Lantas tak akan meluluhkan perjuangan kita dalam mecapai apa yang kita cita-citakan.

2.    2.  Siap dikritik

Ketika kita memposting tulisan kita ke dalam facebook, blog, instagram atau media social lainnya. Satu hal yang perlu ingat adalah karya kita akan dinikmati oleh banyak orang dan menjadi milik public. Jadi saat datang kritikan terhadap karya kita, maka kita harus siap. Lewat kritik, tentu akan memberikan jalan bagi kita untuk lebih mengenal apa yang menjadi kekuarangan kita dan merubahnya menjadi karya yang lebih baik.

3.    3.  Siap belajar

Jika kita sudah konsisetan dalam menulis, siap menerima segala kritikan untuk sebuah karya yang lebih baik. Artinya kita sudah memiliki mental untuk belajar tumbuh.

Ada dua cara yang dapat ditembuh untuk dapat belajar tumbuh yaitu

v    Melalui riset dengan berkunjung ke perpusatakaan, ke took buku, atau berselancar di sosial media melihat topik hangat dan menarik dari apa yang sedang diperbincangkan.

v    Tambahkan bahan bacaan, saat literasi digaungkan maka kita harus siapkan mental untuk menjadi literat. Salah satunya tingkat daya baca. Daya baca berbeda dengan minat baca. Berikut tulisan ibu Ditta bisa kita simak  tentang  daya baca :

      https://dittawidyautami.blogspot.com/2021/01/minat-baca-vs-daya-baca.html

4.  4.   Siap ditolak

Mental yang sepertinya harus kita tanamkan saat menciptakan karya adalah siap untuk ditolak. Meski sakit tapi harus kuat. Usaha dan  perjuangan yang kita lakukan, percayalah tidak akan mengkhianati kita anatara usaha perjuangan akan mendatangkan hasil. Butuh kesabaran untuk dapat tumbuh subur dan berkembang.

Saat naskah kita ditolak, coba lagi dan lagi. Atau cari alternatif lain. Misal dengan menerbitkan sendiri atau dipublish di berbagai media sosial. JK Rowling pernah ditolak belasan penerbit. Dewi "Dee" Lestari sang penulis Supernova pun pernah merasakan ditolak penerbit. Bahkan sekelas novelis horor Stephen King pun pernah ditolak.

Bayangkan, jika mereka berhenti berjuang saat ditolak penerbit satu dua kali, mungkin saat ini kita tidak akan mengenal karya karya hebat mereka.Tantangan ini tidak hanya kita sendiri yang mengalami. Semua penulis hebat tentu telah merasakan hal ini. Tidak cukup sekali, mungkin berulang kali.

       Barangkali kita juga pernah ditolak dalam dunia kerja ketika bersaing memenuhi kualifikasi formasi CPNS berulang kali mencoba dan mencoba al hasil mengembirakan. Hal ini pertanda bahwa usaha tidak membohongi hasil sebanding lurus antara usaha dan hasil. Man Jadda Wa Jadda memang nyata sungguh usaha tak kenal lelah dengan injin Allah Insyaa Allah terwujud.

        Pengalaman pribadi saya ketika mencoba menulis artikel ilmiah berkali-kali tak kenal lelah berusaha mengirim artikel keberbagai percetakan untuk diterbitkan mengalami penolakkan. Modal kesabaran berusaha mengerahkan seluruh jiwa raga dan berdoa munajat kepada sang Kuasa penggegam kehidupan seluruh alam semesta. Alhamdulillah terbit juga artikel saya dengan modal nekad konsisten kuat dan selalu berusaha. Ini saya sertakan majalah artikelnya terbit tahun 2019 bulan September kemarin. Jurnal Restorasi Guru Profesional edisi 03. Yayasan Pengembangan Mutu Pendidikan Jawa Timur. Saya urutan nama terakhir dengan Judul “Strategi Pembelajaran Fikih Berbasis Digital pada Era 4.0 di MTs Negeri 5 Sragen.

                                                          

                                               


       

5.     5.  Siap untuk menjadi unik

        Unik adalah berbeda dari yang lainnya. Tak perlu harus merubah diri menjadi sosok orang lain, agar kita bisa sukses. Tapi berani tampil dengan kemampuan yang kita miliki, berusaha untuk berkembang bukan untuk menjadi orang lain, tapi jadilah diri sendiri. Setiap orang punya khas positif, yang belum tentu dimiliki orang lain.

Mental yang kuat adalah modal penting dari seorang pejuang menulis, untuk dapat mewujudkan segala impian menjadi kenyataan. Tak perlu resah saat apa yang kita tulis, belum dapat diterima seutuhnya oleh pembaca, atau mungkin bahkan ditolak. Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Kita hanya butuh sabar dan terus belajar agar bisa tumbuh dan berkembang. Mengutip kata bijak dari seorang bapak Albert Einstein “Beri Nilai Pada Usahanya, Tapi Bukan pada Hasilnya”.

Meskipun waktu belum mengizinkan untuk menjadi penulis yang sukses, tetap berbanggalah karena dari menulis kita menjadi manusia yang berguna untuk diri sendiri, orang lain, masyarakat, bangsa dan negara ini

Demikian materi kuliah malam ini sangat bermanfaat bagi saya penulis pemula tak tahu apa yang harus ditulis. Berbagilah dengan sesama yakinlah sang pencipta pasti akan membagi lebih apa yang telah kita bagi. Berbahagialah orang yang suka membagi, hasilnya akan dipetik di hari akhir nanti tiada penolong selain apa yang kita bagi sekarang. Mari kita berbagi tulisan agar saling menginspirasi hingga menghasilkan tulisan yang bermanfaat bermakna untuk hari tua.

"Teruslah menulis setiap hari dan buktikan apa yang terjadi." (Omjay) sang mentor handal kita selalu teringat menghunjam dalam relung hati terdalam untuk segera bangkit berusaha mewujudkan penulis nyata adanya. Alhamdulillah bisa belajar dari mentor hebat grup WA kelas Belajar Menulis PGRI gelombang 17 semoga menuai berkah dan manfaat dalam mencerahkan para guru hebat bermartabat mendidik anak bangsa. Maju berjaya wadah penampung inspirasi para guru dalam naungan PGRI tercinta.


Salam Literasi 

8 komentar:

  1. Unik, keren, mantap, dengan dibumbui pengalaman pribadi. semangat berkarya, semangat menginspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pak Miftah atas supportnya buat saya khususnya dan teman2 pada umumnya

      Hapus
  2. Luar biasa resumenya bu...diulas dengan bahasa sendiri dan enak membacanya bu...😊👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pak Maifil Andrian sudah mau berkunjung ke blog saya

      Hapus
  3. Resume dan pengalamannya menarik sekali, bun :)

    BalasHapus
  4. Terimakasih ibu Pipit telah mampir di blog saya semoga kita semua dlm lindungan Allah SWT aamiin3

    BalasHapus

Tips Guru Berbagai Menulis dan Meneliti

Tips Guru Berbagai  Menulis dan Meneliti Belajar Menulis Gelombang 17 ·                      Pertemuan Ke -24 : Jum’at , 26 Februari 202...