Kamis, 28 Januari 2021

Penerbit Indie Siap Menerbitkan Buku

 


Penerbit Indie Siap Menerbitkan Buku

 

Belajar Menulis Gelombang 17

·                     Pertemuan Kesebelas  : Selasa, 27 Januari 2021

·                     Waktu                         : 19:00 s/d 21:00 WIB

·                     Pemateri                      : R. Brian Prasetiawan,S.Pd

·                     Moderator                   : Bambang Purwanto, S.Pd, Gr.

·                     Topik                           Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

·                     Peresume                     : Sri Marwaningsih

 


Pelatihan Belajar Menulis di WAG PGRI pada hari selasa, 27 Januari 2021. Pelaksanaannya setiap jam 19.00 sampai dengan jam 21.00. Dengan rasa suka cita saya selalu mengikuti pelatihan ini di temani oleh suami tercinta yang selalu mendukung untuk mencari ilmu menambah wawasan pengetahuan.  Sebagai guru tentunya ingin mengupdate diri agar menjadi berkualitas  yang mampu menghasilkan karya baru dalam hal tulis-menulis di media sosial. Pada era sekarang 4.0  memudahkan segala jenis kegiatan semakin melaju cepat dalam dunia pendidikan, informasi, komunikasi dan transformasi.

Tumbuh subur tak kuasa menampung jika tak memiliki bekal ilmu. Di Pelatihan ini saya masih konsisten setia belajar bersama narasumber hebat dengan harapan mampu menghasilkan karya buku bermanfaat khususnya bagi sesama guru dan pada umumnya semua orang dari berbagai kalangan profesi apapun.

Pelatihan Menulis malam  ini kembali dipandu  oleh bapak Bambang Purwanto beliau seorang pegiat literasi yang begitu beken. Berkat kalimat bahagia yang selalu saya baca hingga membangkitkan semanagt untuk melaju memiliki kepercayaan diri merajut karya buku selangkah demi selangkah step bay step semoga terwujud nyata adanya.

Materi malam ini berjudul “Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indi”. Disampaikan oleh guru muda jago ngeblog  dan berprestasi. Dialah bapak R. Brian Prasetyawan, S.Pd. Beliau kelahiran Jakarta, 30 Juni 1992. Guru muda satu ini sangat pandai mengelola blog. Tulisanya bertebaran di blog pribadinya. Pak Brian berkepribadian santun cepat tanggap jika ada kesulitan peserta di WAG. Suka membagikan tutorial pembelajaran guru ngeblog. Beliau tidak pelit dan tidak sombong walaupun telah memiliki berbagai prestasi selalu siap membantu tanpa pamrihPelatihan ini dari hari ke hari dari minggu ke minggu selalu menuangkan aura positif karya-karya nyata dari narasumber hebat. Profil pribadi beliau dapat dilihat di link http//www.praszetyawan.com/p/profil.html

Pak Brian membagi link artikel yang bisa kita baca bersama yaitu http//www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html

Pak Brian berharap peserta di grup pelatihan menulis di gelombang 17 ini bisa menerbitkan buku. berdasarkan pengalaman gelombang sebelumnya, banyak yang sudah mencapai 20 resume tapi masih kurang Percaya Diri  atau masih bingung untuk lanjut menerbitkan buku padahal sudah ada modal bahan naskah yaitu 20 resume. Sangat disayangkan kalau tidak dituntaskan menjadi buku.

Tema pertemuan malam ini adalah "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie”.Penerbit indie mudah menerbitkan buku, Tidak seperti apa yang kita bayangkan bawah menulis buku bisa diterbitkan itu sesuatu yang khayalan tinggi susah dan lama tercapai. Beda dengan penerbit mayor seperti Tiga serangakai, Andi ofset, Mizan dan lain-lainnya. Kita pun tahu kalau kirim naskah ke penerbit mayor ada kemungkinan ditolak. Naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.

Di penerbit Indie jika kita mengirim naskah pasti diterbitkan, proses penerbitan mudah dan cepat. kita perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. Bagi penulis pemula seperti saya tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri.

Pak Brian sudah punya keinginan menulis buku pada tahun 2014. Menulis buku tutorial blog tetapi tidak punya mentor yang membimbingnya tidak tahu harus masuk di komunitas apa.  tidak punya referensi tentang dunia penerbitan. Tahunya hanya menerbitkan buku secara mandiri di nulisbuku.com. Disitu memang gratis tapi tidak termasuk fasilitas desain cover dan ISBN. Jika mau dua hal itu harus bayar. Biayanya mungkin hampir sejuta. Ketika itu beliau masih kuliah. Tidak mungkin untuk mengeluarkan biaya sebesar itu. Semangatnya naik-turun dan akhirnya vakum. File naskah tersimpan saja di dalam laptop.

Pada Awal 2019 mulai bangkit lagi karena tidak sengaja menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Di situ mulai  menerbitkan buku  lebih mudah dan banyak pilihan penerbit indie. Di penerbit ini pak Brian semangat menyelesaikan naskah tutorial blog rombak untuk dibuat menjadi buku panduan blog khusus guru. Karena buku tutorial blog secara umum sudah banyak. Tapi buku blog yang khusus untuk guru belum banyak.

Hingga akhirnya pada Oktober 2020 mengirim naskah buku pertama  ke salah satu penerbit Indie. Perlu waktu 3 bulan untuk menunggu sampai buku terbit. Akhirnya pada akhir Januari 2020, buku pertamanya terbit https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html

Nah, Sekarang bagaimana dengan giliran kita para peserta di grup gelombang 17 ? Bapak/ibu beruntung bisa bergabung di grup ini.  Terdapat 30 lebih narasumber yang bisa diserap pengalaman dan wawasannya. Bapak/ibu  bebas memilih mau menerbitkan buku dimana. Tidak ada ketentuan harus terbitkan satu penerbit tertentu. Silakan memilih sendiri penerbitnya. Di pelatihan ini juga ada 4 penerbit indie yaitu :

1. Kamila Press milik Cak Inin

2. Penerbit rekanan saya (Pak Brian)

3. YPTD

4. Penerbit rekanan Bu Kanjeng

Pak Brian bisa membantu menerbitkan buku di rekanan penerbit indie yaitu Penerbit Gemala. Sebaiknnya yang kita lakukan adalah memahami betul ketentuan tiap penerbit dan memilih yang cocok dengan kita. Karena keempat penerbit itu memiliki penawaran dan ketentuan yang berbeda-beda.

Malam akan dibahas ketentuan menerbitkan buku di penerbit rekanan pak Brian.Perhatikan poster di bawah ini.


Dengan 300.000 bisa menerbitkan buku ber-ISBN. Sudah ada 23 buku peserta belajar menulis yang terbit. Sekarang ini ada 17 naskah yang sedang diproses. Ada ketentuan khusus yang harus diperhatikan. Jika dilihat di poster, tidak tercantum fasilitas editing. Penerbit tidak melakukan editing terhadap naskah yang dikirim. Kemudian jika ingin cetak ulang lagi, harus di penerbit rekanan Gemala. Jumlah minimal cetak yaitu 10 eksemplar.

Biaya 300,000 itu untuk maksimal 130 halaman A5. Jika lebih dari itu akan kena biaya tambahan. Penerbit in tidak  memberi target kapan buku harus selesai terbit. Karena naskah harus mengantri untuk diproses. Proses penerbitan paling cepat 1 bulan. Maka nanti sebelum terbit, kita akan diberi naskah buku PDF (dengan watermark) untuk dicek kembali.

Naskah buku  juga disertai kelengkapan yaitu:

1.      cover ( judul buku dan nama penulis saja)

2.      Prakata

3.      daftar isi (tanpa nomor halaman)

4.      profil penulis

5.      sinopsis (3 paragraf. Masing-masing paragraf 3 kalimat)

6.      Prakata wajib ada dan ditulis oleh penulis sendiri

7.      Kata Pengantar ditulis oleh orang lain dan tidak wajib ada. Biasanya peserta belajar menulis minta kata pengantar dari Om Jay.

Karena tidak ada fasilitas editing. Maka berikut ini tips dalam mengedit naskah:

-           Penulisan kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm)

-           Jangan sampai ada tulisan yang salah ketik (Typo)

-           Satu Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat

-           Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang   

              cenderung akan membingungkan.

-           Setiap bab baru selalu dimulai di halaman baru. Jangan digabung dengan bab  

             Sebelumnya.

  

               Tidak ada ketentuan terkait minimal jumlah halaman. Biasanya buku kumpulan 20 resume pasti bisa lebih dari 90 halaman A5.

Demikian materi yang bisa kita ambil pelajaran adalah penerbit indie solusi tepat menjadikan kumpulan resume jadi  buku karya nyata kelas belajar menulis PGRI gelombang 17. Memang benar paparan Bapak Brian bahwa penerbit Indielah penolong menerbitkan buku penulis pemula. Semoga menjadi nyata penerbit indie rekanan Bapak Brian (Gemala). Marilah semangat menerbitkan buku sahabat guru hebatku di kelas asuhan Omjay.

 


6 komentar:

  1. mantap bu...lanjutkan hingga menjadi buku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pak Thoriq terimakasih suppotsnya buat saya semoga kita semua bisa sukses ya pak

      Hapus
  2. Waah keren resumenya. Semoga menjadi buku kelak. Very good 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pak Nana juga keren tulisannya pak kita sama2 jdi yg terbaik ok

      Hapus
  3. tulisan yang bagus, enak dibacanya bu.
    semangat berkarya, semangat menginspirasi

    BalasHapus
  4. Pak Miftah terimakasih mari kita saling menginspirasi, saya juga suka tulisannya pak Thoriq lebih renyah lgi hebat pak

    BalasHapus

Tips Guru Berbagai Menulis dan Meneliti

Tips Guru Berbagai  Menulis dan Meneliti Belajar Menulis Gelombang 17 ·                      Pertemuan Ke -24 : Jum’at , 26 Februari 202...