Penerbit Indie Siap
Menerbitkan Buku
Belajar Menulis Gelombang 17
·
Pertemuan Kesebelas : Selasa, 27 Januari 2021
·
Waktu : 19:00 s/d 21:00
WIB
·
Pemateri : R. Brian Prasetiawan,S.Pd
·
Moderator : Bambang Purwanto, S.Pd, Gr.
·
Topik : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie
·
Peresume : Sri Marwaningsih
Pelatihan Belajar Menulis di WAG PGRI pada hari selasa,
27 Januari 2021. Pelaksanaannya setiap jam 19.00 sampai dengan jam 21.00. Dengan
rasa suka cita saya selalu mengikuti pelatihan ini di temani oleh suami
tercinta yang selalu mendukung untuk mencari ilmu menambah wawasan pengetahuan. Sebagai guru tentunya ingin mengupdate diri
agar menjadi berkualitas yang mampu
menghasilkan karya baru dalam hal tulis-menulis di media sosial. Pada era
sekarang 4.0 memudahkan segala jenis
kegiatan semakin melaju cepat dalam dunia pendidikan, informasi, komunikasi dan
transformasi.
Tumbuh subur tak kuasa menampung jika tak memiliki bekal
ilmu. Di Pelatihan ini saya masih konsisten setia belajar bersama narasumber
hebat dengan harapan mampu menghasilkan karya buku bermanfaat khususnya bagi
sesama guru dan pada umumnya semua orang dari berbagai kalangan profesi apapun.
Pelatihan Menulis malam ini
kembali dipandu oleh bapak Bambang Purwanto beliau seorang
pegiat literasi yang begitu beken. Berkat kalimat bahagia yang selalu
saya baca hingga membangkitkan semanagt untuk melaju memiliki kepercayaan diri
merajut karya buku selangkah demi selangkah step bay step semoga
terwujud nyata adanya.
Materi
malam ini berjudul “Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indi”.
Disampaikan oleh guru muda jago ngeblog dan berprestasi. Dialah bapak R. Brian Prasetyawan, S.Pd.
Beliau kelahiran Jakarta, 30 Juni 1992. Guru muda satu ini sangat pandai mengelola blog.
Tulisanya bertebaran di blog pribadinya. Pak Brian
berkepribadian santun cepat tanggap jika ada kesulitan peserta di WAG. Suka
membagikan tutorial pembelajaran guru ngeblog. Beliau tidak pelit dan tidak sombong
walaupun telah memiliki berbagai prestasi selalu siap membantu tanpa pamrih. Pelatihan
ini dari hari ke hari dari minggu ke minggu selalu menuangkan aura positif
karya-karya nyata dari narasumber hebat. Profil pribadi beliau dapat dilihat di
link http//www.praszetyawan.com/p/profil.html
Pak Brian membagi link artikel yang bisa kita baca
bersama yaitu http//www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html
Pak Brian berharap peserta di grup pelatihan menulis di
gelombang 17 ini bisa menerbitkan buku. berdasarkan pengalaman gelombang
sebelumnya, banyak yang sudah mencapai 20 resume tapi masih kurang Percaya Diri
atau masih bingung untuk lanjut
menerbitkan buku padahal sudah ada modal bahan naskah yaitu 20 resume. Sangat
disayangkan kalau tidak dituntaskan menjadi buku.
Tema pertemuan malam ini adalah "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie”.Penerbit indie mudah menerbitkan buku, Tidak seperti apa yang kita bayangkan bawah menulis buku bisa diterbitkan itu sesuatu yang khayalan tinggi susah dan lama tercapai. Beda dengan penerbit mayor seperti Tiga serangakai, Andi ofset, Mizan dan lain-lainnya. Kita pun tahu kalau kirim naskah ke penerbit mayor ada kemungkinan ditolak. Naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.
Di penerbit Indie jika kita mengirim naskah pasti
diterbitkan, proses penerbitan mudah dan cepat. kita perlu keluar biaya untuk
mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. Bagi penulis pemula seperti saya tentu
penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya
sendiri.
Pak Brian sudah punya keinginan menulis buku pada tahun
2014. Menulis buku tutorial blog tetapi tidak punya mentor yang membimbingnya tidak
tahu harus masuk di komunitas apa. tidak
punya referensi tentang dunia penerbitan. Tahunya hanya menerbitkan buku secara
mandiri di nulisbuku.com. Disitu memang
gratis tapi tidak termasuk fasilitas desain cover dan ISBN. Jika mau dua hal
itu harus bayar. Biayanya mungkin hampir sejuta. Ketika itu beliau masih
kuliah. Tidak mungkin untuk mengeluarkan biaya sebesar itu. Semangatnya
naik-turun dan akhirnya vakum. File naskah tersimpan saja di dalam laptop.
Pada Awal 2019 mulai bangkit lagi karena tidak sengaja
menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Di situ mulai menerbitkan buku lebih mudah dan banyak pilihan penerbit indie.
Di penerbit ini pak Brian semangat menyelesaikan naskah tutorial blog rombak
untuk dibuat menjadi buku panduan blog khusus guru. Karena buku tutorial blog
secara umum sudah banyak. Tapi buku blog yang khusus untuk guru belum banyak.
Hingga akhirnya pada Oktober 2020 mengirim naskah buku
pertama ke salah satu penerbit Indie. Perlu
waktu 3 bulan untuk menunggu sampai buku terbit. Akhirnya pada akhir Januari
2020, buku pertamanya terbit https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html
Nah, Sekarang bagaimana dengan giliran kita para peserta
di grup gelombang 17 ? Bapak/ibu beruntung bisa bergabung di grup ini. Terdapat 30 lebih narasumber yang bisa
diserap pengalaman dan wawasannya. Bapak/ibu
bebas memilih mau menerbitkan buku dimana. Tidak ada ketentuan harus
terbitkan satu penerbit tertentu. Silakan memilih sendiri penerbitnya. Di
pelatihan ini juga ada 4 penerbit indie yaitu :
1. Kamila Press milik Cak Inin
2. Penerbit rekanan saya (Pak Brian)
3. YPTD
4. Penerbit rekanan Bu Kanjeng
Pak Brian bisa membantu menerbitkan buku di rekanan
penerbit indie yaitu Penerbit Gemala. Sebaiknnya yang kita lakukan adalah
memahami betul ketentuan tiap penerbit dan memilih yang cocok dengan kita.
Karena keempat penerbit itu memiliki penawaran dan ketentuan yang berbeda-beda.
Malam akan dibahas ketentuan menerbitkan buku di penerbit
rekanan pak Brian.Perhatikan poster di bawah ini.
Dengan 300.000 bisa menerbitkan buku ber-ISBN. Sudah ada
23 buku peserta belajar menulis yang terbit. Sekarang ini ada 17 naskah yang
sedang diproses. Ada ketentuan khusus yang harus diperhatikan. Jika dilihat di
poster, tidak tercantum fasilitas editing. Penerbit tidak melakukan editing
terhadap naskah yang dikirim. Kemudian jika ingin cetak ulang lagi, harus di
penerbit rekanan Gemala. Jumlah minimal cetak yaitu 10 eksemplar.
Biaya 300,000 itu untuk maksimal 130 halaman A5. Jika
lebih dari itu akan kena biaya tambahan. Penerbit in tidak memberi target kapan buku harus selesai
terbit. Karena naskah harus mengantri untuk diproses. Proses penerbitan paling
cepat 1 bulan. Maka nanti sebelum terbit, kita akan diberi naskah buku PDF
(dengan watermark) untuk dicek kembali.
Naskah buku juga
disertai kelengkapan yaitu:
1.
cover ( judul buku dan
nama penulis saja)
2.
Prakata
3.
daftar isi (tanpa nomor
halaman)
4.
profil penulis
5.
sinopsis (3 paragraf.
Masing-masing paragraf 3 kalimat)
6.
Prakata wajib ada dan
ditulis oleh penulis sendiri
7.
Kata Pengantar ditulis
oleh orang lain dan tidak wajib ada. Biasanya peserta belajar menulis minta
kata pengantar dari Om Jay.
Karena tidak ada fasilitas editing. Maka berikut ini tips
dalam mengedit naskah:
- Penulisan
kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm)
- Jangan
sampai ada tulisan yang salah ketik (Typo)
- Satu
Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat
- Mulailah
membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang
cenderung
akan membingungkan.
- Setiap
bab baru selalu dimulai di halaman baru. Jangan digabung dengan bab
Sebelumnya.
Tidak ada ketentuan terkait minimal jumlah halaman. Biasanya buku kumpulan 20 resume
pasti bisa lebih dari 90 halaman A5.
Demikian materi yang bisa kita ambil
pelajaran adalah penerbit indie solusi tepat menjadikan kumpulan resume jadi buku karya nyata kelas belajar menulis PGRI
gelombang 17. Memang benar paparan Bapak Brian bahwa penerbit Indielah penolong
menerbitkan buku penulis pemula. Semoga menjadi nyata
penerbit indie rekanan Bapak Brian (Gemala). Marilah semangat menerbitkan buku
sahabat guru hebatku di kelas asuhan Omjay.


mantap bu...lanjutkan hingga menjadi buku
BalasHapusPak Thoriq terimakasih suppotsnya buat saya semoga kita semua bisa sukses ya pak
HapusWaah keren resumenya. Semoga menjadi buku kelak. Very good 👍
BalasHapusPak Nana juga keren tulisannya pak kita sama2 jdi yg terbaik ok
Hapustulisan yang bagus, enak dibacanya bu.
BalasHapussemangat berkarya, semangat menginspirasi
Pak Miftah terimakasih mari kita saling menginspirasi, saya juga suka tulisannya pak Thoriq lebih renyah lgi hebat pak
BalasHapus