Tantangan
Hebat Menulis Secepat Kilat di pertemuan ke 4
11 Januari 2021
Pelatihan menulis gelombang 17 pada hari Senin, Tanggal 11 Januari 2020.Pertemuan ke 4 dengan narasumber Nasional Ibu Eva Hariyati, S.Kom berasal dari Kupang NTT bersama moderator Bapak Bambang Purwanto dari Bandung .Walaupun kita tidak saling tatap muka, namun lewat media sosial grup WA bisa mempertemukan dengan orang-orang hebat sejuta sahabat.
Malam ini Omjay membuka dialog memperkenalkan Ibu Eva dan Bapak Bambang akrab disapa Mr.Bams. Kupang dan Bandung terasa dekat berkat adanya Aplikasi WA. Para peserta juga berasal dari berbagai plosok penjuru tanah air bisa bersilaturrahmi di Aplikasi WA ini pula.
Perkembangan
informasi transformasi semakin dasyhat, mengantarkan jalinan silaturahmi penuh
antusias tak pernah padam mengelora saling menyemangati menginspirasi menggapai
satu tujuan mengeksploitasi, mengerahkan seluruh jiwa raga hati pikiran
komitmen,fokus berkarya dan mengeksekusi buku hebat bermartabat untuk anak-anak
negeri tercinta Indonesia maju bersama-sama.
Kita berbeda suku,ras agama,pendapat, namun menyatu dalam satu bingkai “ Bhinneka Tunggal Ika “. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua terikat erat di kelas menulis gelombang 17 peserta guru hebat nusantara jaya selamanya.
Ibu
Eva melontarkan pertanyaan yang sangat bagus tentang “Apa motivasi peserta
mengikuti pelatiahan ini dan Bagaimana target kedepannya”. Peserta diajak
menjawab lewat link Jamboard.
Beberapa peserta bisa masuk ke aplikasi jamboard, dan mampu membuat kalimat motivasi.
Tema menulis malam ini “Pengalaman Menjadi Penulis Buku Kilat
Selain itu, peserta diminta membuka blog beliau. Disana bu Eva menceritakan proses menulis cepat yang dilakukan. Bermula dari keikut sertaannya dalam program ini, program menilis yang diampu Omjay guru blogger Indonesia. Bu Eva peserta pelatihan menilis pada gelombang 7. Sekitar bulan Maret 2020, bertepatan dengan merebaknya penularan virus corona.
Sebelum materi dimulai moderator keren Mr.Bams membagi
profil narasumber hebat melalui video perkenalan dengan link https://www.youtube .com/watch?v=E3Bet1030Kw
Berkunjung ke blog Ibu Eva berjudul “Sahabat guru dengan motto di baris atas setelah judul Semakin dibagi semakin tak terbatas”. Kalau boleh saya komentari dan cermati beliau bersikap ingin berbagi kepada sesama apapun bentuk nikmat Allah STW berikan kepada Ibu Eva agar bertambah nikmat Allah SWT tersebut. Senada dengan Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 7 yang artinya” Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku (Allah) akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jikankamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti Azab-Ku sangat berat”.
Benar adanya motto Ibu Eva menularkan ilmu kepada peserta
untuk tetap konsisten menulis, khusyuk dan fokus mewujudkan karya nyata .
Seluruh anggota tubuh lisan,hati pikiran menyatu padu bergerak mensyukuri
nikmat Allah selagi ada kesempatan menapaki kehidupan dunia nyata .
Rubahlah motivasi menjadi aksi nyata berkarya dimulai dari diri sendiri awali dari sekarang mengejar mimpi-mimpi menuju asa bahagia dunia akhirat kelak nyata adanya.
Keinginannya untuk jadi penulis hebat sangat kuat pada diri Ibu Eva. Ini dibuktikan ketika seorang narasumber menantang beliau menulis buku dalam tempo 7 hari. Prof. Ricardus Eko Indrajit, nama narasumber ketika itu. Dalam sesi akhir penyampaiannya, prof. Eko biasa disapa, menantang peserta untuk ikut gabung menulis buku. Awalnya bu Eva ragu, merasa hal itu tak mungkin bisa dilakukan. Tetapi lagi-lagi omjay, memberi support dengan memberi tema-tema sederhana tetapi bisa dijadikan tulisan menarik. Bu Eva menerima tantangan itu.
Bu Eva bingung, meski tantangan Prof. Eko sudah diterima. Belum ada satu pun dalam bayangannya muncul tema yang bisa dikembangkan. Tetapi tak berapa lama, beliau menemukan ide itu ada di Kelas Maya. Dari sana ia mulai membuat peta konsep.
Bersama Akbar Zaenudin, bu Eva menemukan ide dan mulai dengan membuat mainmap. ketika sesi belajar menulis dia dapatkan ide itu. Pak Akbar ini seorang penulis buku yang berjudul Man Jadda wa jadda, yang menginspirasi.
Pertarungan pun dimulai. Setelah membuat mainmap, lalu diserahkan ke Prof. Eko, Alhamdulullah diterima. Pada hari kedua, disusul dengan keberhasilan menyerahkan out line, (daftar isi), juga diterima.
Sungguh luar bias terjadi setelah hari ke 3.
Seluruh kekuatan, tenaga, konsentrasi, dan logistik dipersiapkan. Fokus dan
pantang menyerah, keinginan menghasilkan karya yang begitu kuat. Menghasilakan
karya dengan cepat, tapi punya kualitas. Bukan instan, asal-asalan dan
akhirnya tak berkualitas.
Awalnya,
Bu Eva sempat berfikir apa bisa seorang penulis pemula menulis hanya dalam
waktu satu minggu. Namun, akhirnya dengan penuh keberanian Bu Eva menuliskan
nama untuk mendaftar bergabung dalam komunitas menulis kolaborasi bersama Prof.
Eko dan memilih tema 1001 e-learning. tema yang dipilih telah terdaftar,
kegalaunpun Bu Eva rasakan. Tapi dengan sejumlah referensi dari you tube tentang e-learning dan
pengalaman beliau dari rumah belajar, judulpun telah ditetapkan. Hari petama,
Bu Eva mulai dengan menetepakan mind map, kemudian membuat daftar isi. Setelah
daftar isi disetujui, hari-hari berikutnya Bu Eva mulai fokus mengembangkan
tulisan hingga akhirnya tulisan itu lolos untuk diterbitkan.
Rasa kagum dan terkesima saya dari tulisan itu. Dua kata ini, sepertinya sudah mewakili semua tanggapan saya, yaitu " Luar Biasa". Pengalaman beliau saat menulis hingga melahirkan sebuah karya sangatlah luar biasa. Dalam waktu 7 hari, Bu Eva sebagai penulis pemula sudah bisa melejit sebuah karya. Dalam pemikiran saja, membuat sebuah karya dalam watu yang super singkat, bukanlah hal mudah. Apalagi melakukan aksinya. Tapi sungguh, apa yang dikatakan beliau bukan hanya sekedar kata, Bu Eva telah membuktikan semuanya.
Bu Eva bisa menyelesaikan tepat waktu. Menulis buku dalam tempo sepekan saja. Pelajaran buat kita semua, tak ada yang tak mungkin jika mau barusaha. Bu Eva sudah membuktikan bahwa jadi penulis bisa, jika kita bekerja keras. Mari semangat menulis kawan tiada hari tanpa menulis kata “ Omjay dimulai dari membuat kata pengantar pembukaan, Isi tema, dan penutup dari paragaf tiga hingga seterusnya tersusun rapi indah enak dibaca”.
Demikian pelajaran yang dapat diambil dari tulisan Bu Eva dan menjadi motivasi bagi kita semua adalah
1. Sumber inspirasi dalam menulis dapat dari berbagai pengalaman
silatirahmi.
2. Seorang penulis harus diniatkan menuangkan ide
brilian dalam sebuah tulisan harus fokus dan
khusyuk dalam menulis karya nyata.
3. Suka berbagi ilmu, semakin dibagi semakin tak terbatas.
4. Mulailah bergerak, dengan bergerak pasti kita akan sampai pada tujuan
5. Man jadda wa jadda siap yang bersungguh-sungguh ia pasti akan mendapatkannya.
Materi motivasi secara keseluruhan menulis pada malam hari ini adalah tidak ada yang tidak mungkin, dengan kesungguhan, konsisten untuk terus belajar, dan bergerak dengan pasti untuk bertindak, Insya Allah akan ada jalan kemudahan untuk kita mencapai apa yang telah kita cita-citakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar