Kiat Menulis Buku Ajar Diterima di Penerbit
Mayor
Belajar Menulis
Gelombang 17
·
Pertemuan Ke-18 : Jum’at, 12 Februari 2021
·
Waktu :
19:00 s/d 21:00 WIB
·
Pemateri : Joko
Irawan Mumpuni
·
Moderator : Bambang
Purwanto
·
Topik : Menulis Buku Ajar
·
Peresume : Sri
Marwaningsih (marwaningsihsri@gmail.com)
Di kelas pelatihan menulis gelombang 17 PGRI pertemuan ke 18 dengan tema “Menulis Buku Ajar”. Moderator Bapak Bambang Purwanto lebih kenal disapa Mr Bams. Malam istimewa berada di
hari Jum’at. Tanggal 12 Bulan Februari 2021 disederhanakan menjadi
12022021angka yang cantik dan langka kita temui. Narasumber teristimewa pula memiliki beraneka bidang garapan menyertai kegiatan
sehari-hari, yaitu Bapak Joko Irawan Maumpuni
Beliau
adalah Direktur Penerbit Andi, beliau juga menjadi Anggota Dewan Pertimbangan
IKAPI DIY, merangkap Ketua 1 IKAPI DIY, Penulis buku bersertifikat BSNP, juga
seorang asesor BSNP. Di bawah
ini profil lengkap beliau.
Pak
Joko dengan piawai memaparkan materi secara
langsung menggunakan voice note agar peserta tidak copy paste. Ide yang jitu
melatih kami meresume dengan gaya menulis sendiri.
Beliau mengirim slide tangga kejujuran
pribadi penulis. Di manakah
posisi kita berada. Mari kita jawab seperti saya
tidak akan melakuakan menulis, saya tidak bisa melakukan menulis. Saya ingin melakuan
menulis. Bagaimana
saya melakukan menulis, Saya akan coba melakukan menulis. Saya dapat melakukan menulis.
Saya akan melakukan menulis. Ya, saya berhasil
melakukan menulis. Sebuah motivasi hebat yang dapat menggugah
hati untuk optimis bisa jadi penulis buka. Harapan
besar tumbuh sejak mengikuti pelatihan belajar menulis. Usai pelatihan Yes
I did it posisi teratas ada di level
ini. Karena ingin jadi menulis, dengan semangat mengelora jiwa.
Memperhatikan gambar berikut
Slide tersebut
tentang Industri penerbitan yang sangat erat kaitannya dengan
stakeholders dengan penulis, pabrik
kertas, editor, toko buku dan lain sebagainya. Apabila kita telah
menuliskan satu buku lalu diterbitkan di penerbitan profesional berarti kita
kita sudah membantu memberi nafkah kepada orang banyak seperti
Penerbit Andi, karyawannya sangat banyak.
Melihat
gambaran industri penerbitan sangatlah kompleks, namun dapat disederhanakan.
Perhatikan gambar berikut:
Ekosisten
penerbitan secara sederhana hanya terdiri atas 4 komponen. Komponen tersebut
yaitu Penerbit, penyalur, Pembaca, dan Penulis. Pembaca merupakan target pasar
atau pasar itu sendiri, pelaku industri adalah penulis, penyalur adalah
tokoh-tokoh buku dan penerbit.
Dalam
menerbitkan buku siapa yang mendapat royalti. Bila ada buku dijual Rp
100.000/ maka toko buku Rp 35.000 penulis Rp 10.000 sebanyak 10%
bila dijual lewat tokoh. Kalau Rp 5000 bila dalam semester laku dengan harga Rp
100.000 maka royalti ke rekening penulis 50 juta.
Faktor
penghambat pertumbuhan literasi adalah:
1. * Minat baca
Ø Budaya
baca
Ø Kurangnya
bahan bacaan
Ø Kualitas
bacaan
Berdasarkan
hasil riset Unesco tahun 2016, bahwa Negara Indonesia berada di tingkat urutan
3 dari bawa tentang minat baca dan menulis. Lierasi Indonesia sangat
kurang, minat baca kurang, lebih senang menonton dan mendengar.
2. * Minat tulis.
Hal ini sebagai
penghambat karena minat menulis masyarakat sangat rendah. Disebabkan tidak
memahami prosedur menulis dan penerbitan. Banyak anggapan salah tentang
penulisan dan penerbitan. Kegemaran di antara kita lebih banyak hanya suka
bicara namun tidak dituliskan. Selalu ada anggapan bahwa tulisan tidak bagus
sehingga lahir apatis dan rasa cemas. Orang Timur suka ngomong dan
seharusnya berpikir bagaimana mengubah obrolan menjadi tulisan. Sehingga
secara logika kita membuktikan bahwa jika pandai bicara, maka pandai pula
menulis. Hambatan dalam minat
tulis yaitu
ü Budaya tulis
ü Prosedur menulis dan
penerbitan tidak diketahui
ü Anggapan yang salah
tentang dunia penulisan dan penerbitan
3. * Apresiasi Hak
Cipta.
Di Indonesia sudah menjadi rahasia umum jika
ada buku best seller pasti ada buku bajakannya, bahkan
sangat berani menjual langsung di marketplace. Walaupun
penerbit buku best seller melakukan teguran,
tapi tetap saja selalu pelaku tak bertanggungjawab. Keadaan seperti
inilah yang memperburuk penerbitan, orang-orang tak bertanggung jawab selalu
melakukan perbajakan. Diharapkan kondisi seperti itu menyadari dan menumbuhkan
kesadaran betapa sulitnya menulis. Membajak itu perbuatan tidak terpuji dan tercela. Hambatan dalam apresiasi
hak cipta adalah :
ü Pembajakan
ü Duplikasi non legal
ü Perangkat hukum
Selanjutnya Pak Joko menampilkan tentang proses naskah menjadi buku.
Perhatikan berikut!
,
Ilustrasi dalam
gambar tersebut mengurai bahwa untuk menerbitkan buku, langkah pertama yang
dilakukan yaitu mengirimkan naskah kepada penerbit buku. Lalu penerbit
mempelajari dan melakukan evaluasi terhadap naskah sehingga dapat menentukan
diterbitkan atau di tolak.
Ketika naskah
di terima maka penulisnya dikirimkan surat pemberitahuan yaitu surat perjanjian
tersebut yang harus ditandatangani kontraknya
dengan melalui email ataupun cetak.
Cara mengirimkan naskah ke penerbit adalah
sebagai berikut:
· Sertakan
biodata diri penulis
· Sertakan
deskripsi segmen pasar
· Masukan
amplop dan kirimkan ke penerbit
· Menunggu
pemberitahuan naskah ditolak atau diterima
Penerbitlah yang akan mengedit tulisan yang
dikirim apabila diterima. Ketika naskah tidak memenuhi syarat maka naskah
tersebut dikembalikan ke penulis.
Perlu dipahami pula bahwa sebelum mengirim
naskah ke penerbit, maka pilihlah penerbit mana yang akan menjadi teken kontrak
kita sesuai kriteria penerbit berikut:
1. Memiliki
visi dan misi yang jelas
2. Memiliki
Bussines core lini produk tertentu
3. Pengalaman
penerbit
4. Jaringan
penerbit
5. Memiliki
percetakan sendiri
6. Ada
keberanian mencetak eksemplar
7. Kejujuran
dalam pembayaran royalti
Kemudian
hindari penerbit yang tidak bertanggung jawab. Ciri-ciri penerbit yang harus
diwaspadai adalah:
·
Hanya bertindak sebagai broker naskah
·
Alamat tidak jelas
·
Tidak ada dokumen perjanjian penerbitan yang baik
·
Tidak memiliki jaringan pemasaran dan distribusi sendiri ,
tidak memiliki percetakan sendiri
·
Posentase royalti tidak wajar dan laporan keuangan tidak
jelas
Setelah buku diterbitkan
penulis memperoleh :
1. Kepuasan
Rasa kepuasan memenuhi batin, karena buku hasil karya kita dibaca dan akan
menggema sepanjang masa.
2. Reputasi
Buku sebagai karya yang terpublikasi akan meningkatkan
reputasi penulisnya
3. Meningkatkan karir
Adanya kebutuhan peningkatan karir jabatan, dan
peluang karir di institusi atau perusahaan
4. Uang
Royalti, diskon pembelian langsung, seminar/mengajar
Rahasia
sistem penilaian
Rahasia
tersebut sebagai penulis pemula, harus menemukan ide yang memiliki peluang yang
membuat naskah kita dapat di terima oleh penerbit.
Sebagai penulis pemula, usahakan naskah yang
dibuat dengan tema populer. Tema populer adalah tema yang sedang menjadi trending dimasyarakat
saat ini. Penerbit Andi menggunakan Google Trend untuk
menguji apakah naskah tersebut sedang dibutuhkan masyarakat atau tidak. Atau
yang dibuat sedang menjadi trend atau tidak.
Sebuah riset memprediksi perubahan sikap pada
perilaku konsumen di Indonesia. Perhatikan gambar berikut!
Tentang
kuadran kategori naskah, selaku penulis pemula sebaiknya untuk membuat naskah
lebar dengan lifecycle pendek.
Para penulis boleh memilih gaya selingkung
manapun tetapi syaratnya harus konsisten. Sebagian besar penerbit memiliki gaya
selingkung tertentu, termasuk penerbit Andi menerima semua gaya selingkung.
Kategori
penulis:
1. penulis
berfikir Idealis, kesempurnaan sebuah karya lebih penting daripada
produktifitas (2) Penulis berfikir Industrialis, imbalan finansial menjadi
tujuan utama, (3) Penulis berfikir Idealis-Industrialis, memperhatikan kualitas
dan kebutuhan pasar (4) Penulis berfikir tidak Idealis-tidak Industrialis,
tidak berkarya.
Menjadi penulis
yang Idealis-Industrialis dengan ciri:
(1) Tetap
memperhatikan kebutuhan pasar, tetap berani mengambil sikap yang berbeda dengan
kebanyakan penulis lain. (2) Terbuka terhadap masukan tetapi tetap
memiliki pendirian yang kokoh (3) Finansial penting namun tetap memperhatikan
kualitas (4) Keseimbangan antara karya dan produktifitas.
Model
persaingan buku:
Buku teks,
meskipun isinya sama tetap terjadi persaingan. Kualitas dan reputasi penulis
sangat berpengaruh terhadap reputasi pembeli.
Model
Kerja Sama. Penerbit Andi dengan Penulis
1.
Kerjasama Reguler, Namun naskah belum tentu diterbitkan
2. Kerja sama MOU antar lembaga, dalam
hal ini naskah ada jaminan pasti diterbitkan, Logo kampus dicantumkan
dalam cover, Meningkatkan rangking Webometrik kampus karena buku tersebut
akan di upload di googlebook, dan wajib dipakai/dibeli kampus minimal 300
eks/pesenan
3. Kerjasama
MOU perorangan
Kita bisa mengambil pelajaran dari kata bijak orang termasyhur dalam
sejarah dunia yang dapat memotivasi sebagai penulis pemula.
1. "Orang boleh pandai setinggi langit,
tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang ditengah masyarakat dan dari sejarah
(Rumah kaca, h 352)." Pramudya Ananta.
2. “Bila kau bukan
anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah” (Al Ghazali)
3. “Tahukah kau mengapa
aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis. Suaramu tak kan padam
ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.(Pramudya
Ananta) 06/02/2006
Untaian kata dari penulis pemula. Menulis
karya nyata dalam rangka berbagi dengan sesama kemanfaatannya. Merangkai kata
seni mengukir hati menajamkan pikiran. Mengirim tulisan mengasah keterampilan
jari tangan ciptaaan Zaat yang Maha
Tinggi Allah SWT tuk dipertanggunjawabkan di akhirat kelak nanti.

Tinggal sedikit lagi sudah bisa membukukan resume ya bu, mantap
BalasHapusBu Pipit nih yang keren juga resumenya mari kita jadikan Bu Bu kita saling suppot ya moga sukses selalu
BalasHapus